Ada Yang Basi dan Busuk, MBG di Bengkalis Jadi Sorotan Dari Wali Murid

26 Februari 2026
Ada Yang Basi dan Busuk, MBG di Bengkalis Jadi Sorotan Dari Wali Murid

Ada Yang Basi dan Busuk, MBG di Bengkalis Jadi Sorotan Dari Wali Murid

RIAU1.COM -Seharusnya makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan program presiden dan wakil presiden republik indonesia untuk anak anak indonesia supaya mendapatkan makanan gizi yang lebih baik.

Tapi lain halnya, setelah berjalannya program MBG tersebut malah menjadi sorotan khususnya di wilayah kabupaten Bengkalis, provinsi Riau.

Adapun sorotan itu diantaranya datang dari para orang tua wali murid yang banyak memposting di medsos dan membagikan foto foto MBG setelah anak anak mereka mendapatkan MBG dari sekolah sekolah.

Adapun perbedaan menu antar sekolah menjadi dugaan kualitas makanan yang menurun, sehingga memicu gelombang pertanyaan dari para orang tua siswa, adapun makanan MBG itu yang dibagikan itu diantaranya, Roti, kacang, air soya (ada yang basi red,) buah epal bahkan ada kerupuk.

Kemudian, sejumlah wali murid juga membagikan foto dan rincian menu MBG. Unggahan tersebut langsung cepat viral dan memicu diskusi luas di tengah masyarakat kabupaten Bengkalis.

"Banyak yang menilai menu yang diterima anak-anak kami terkesan seadanya, minim variasi, bahkan diduga tidak layak konsumsi,"ujar salah seorang orang tua murid yang enggan disebut namanya, Kamis 26 Februari 2026.

Terpisah, seperti di SDN 45 Bengkalis Kecamatan Bengkalis, Senin, 23 Februari 2026 kemarin. Adapun untuk jatah tiga hari siswa menerima telur 3 butir, kurma 8 buah, nugget 3 potong, dan tempe.

"Namun sejumlah orang tua mengaku makanan tersebut sudah dalam kondisi kurang segar saat hendak dikonsumsi pada berbuka puasa, bahkan makan itu langsung tidak dapat dimakan oleh anak diakarenakan basi," kesal Herry salah satu orang tua murid.

Keluhan ini semakin menguat setelah muncul perbandingan dengan titik MBG lain yang masih berada di Pulau Bengkalis.

"Pada tanggal yang sama, untuk jatah tiga hari, siswa di lokasi lain menerima kue meri 3 bungkus, susu kurma kaleng 2, susu UHT 1 kotak, roti 6 buah, telur 4 butir, serta kurma 2 bungkus dengan isi sekitar 8 hingga 9 butir per bungkus,"beber Harry lagi.

Menurutnya, dengan perbedaan jumlah variasi dan komposisi menu ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apakah standar pembagian tidak seragam? Apakah pengawasan distribusian tidak berjalan optimal ?

Diutarakannya lagi, pada Kamis, 26 Februari 2026, untuk jatah tiga hari ke depan, siswa di SD Negeri 45 Bengkalis kembali menerima menu berupa kerupuk, roti, bolu, ayam, dan kurma. Meski terdapat tambahan lauk ayam, sebagian orang tua tetap mempertanyakan daya tahan makanan hingga waktu berbuka tiba serta keseimbangan gizinya apakah sudah mencukupi.

"Situasi ini semakin sensitif karena terjadi di bulan Ramadan, ketika pola makan anak berubah dan asupan gizi harus tetap terjaga meski waktu konsumsi terbatas pada sahur dan berbuka. Kekhawatiran kami mencuat terkait kesehatan makanan itu sendiri serta kandungan nutrisi, dan kesetaraan antar sekolah penerima manfaat,"ujarnya.

"Program MBG sendiri berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tujuan strategis meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Di Kabupaten Bengkalis, pelaksanaannya juga melibatkan berbagai unsur  pada sejumlah titik distribusi,"ucapnya.

Lalu, ada juga disekolah dasar (SD) di desa pangkalan batang menyebutkan bahwa anak mereka mendapatkan air soya yang sudah basi, buah epal yang membusuk.

Salah seorang pengurus yayasan MBG di Bengkalis saat ditemui wartawan Riau1.com mengaku bahwa makanan yang basi dan buah busuk tersebut merupakan tanggung jawabnya dan akan diganti dengan yang baru.

"Kami bertanggung jawab dengan makanan basi dan buah yang busuk itu akan kami ganti dengan yang baru,"ujarnya singkat.