Dari Kolam Patin, Tunas Mandiri di Mandau Riau Bangun Harapan Ekonomi Berkelanjutan

25 September 2026
PT Pertamina Hulu Rokan memberikan pendampingan kepada Kelompok Tunas Mandiri sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kelurahan Babussalam, Bengkalis. Foto: Istimewa.

PT Pertamina Hulu Rokan memberikan pendampingan kepada Kelompok Tunas Mandiri sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kelurahan Babussalam, Bengkalis. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Gemericik air dari kolam ikan patin di Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, menjadi bagian dari harapan Kelompok Tunas Mandiri untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Budidaya ikan air tawar tersebut dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Tunas Mandiri, Feri Hamdan, melihat ketersediaan kolam dan meningkatnya permintaan pasar sebagai peluang untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar secara lebih produktif. Namun, perjalanan usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. 

Salah satu kendala utama yang dihadapi kelompok adalah serangan penyakit ikan, terutama infeksi jamur dan bakteri, yang menyebabkan tingkat kematian ikan cukup tinggi selama masa pemeliharaan. Keterbatasan pengetahuan anggota kelompok terkait pengelolaan kualitas air, biosekuriti kolam, pencegahan penyakit, hingga penerapan teknik budidaya yang baik turut menjadi tantangan. Kondisi tersebut membuat potensi kolam yang dimiliki belum mampu menghasilkan produksi secara maksimal dan memberikan peningkatan pendapatan yang signifikan bagi anggota kelompok.

"Selama ini, yang paling kami khawatirkan bukan hanya soal panen. Tetapi bagaimana menjaga ikan tetap hidup hingga waktunya dipanen. Serangan jamur dan bakteri sering membuat usaha kami tidak sesuai harapan," ungkap Feri.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Kelompok Tunas Mandiri tetap berupaya mengembangkan budidaya ikan sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan. Harapan baru kemudian hadir melalui Program Circular Fisheries. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memberikan pendampingan kepada Kelompok Tunas Mandiri sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, PHR memberikan sarana produksi berupa 20.000 ekor bibit ikan patin varietas Pustina dan pakan pabrik. Tidak hanya bantuan sarana produksi, anggota kelompok juga mendapatkan pelatihan teknik budidaya ikan yang baik atau Good Aquaculture Practices. 

Pelatihan mencakup pengelolaan kualitas air, teknik pemberian pakan secara efisien, serta pencegahan dan penanganan penyakit ikan. Anggota kelompok juga dibekali kemampuan manajemen budidaya untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan hingga masa panen.

Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan Kelompok Tunas Mandiri dalam menjalankan usaha tersebut. Setiap anggota berbagi tugas, mulai dari pemeliharaan kolam, pencatatan pertumbuhan ikan, pengelolaan pakan, hingga persiapan pemasaran hasil panen. Pola pengelolaan tersebut membuat kegiatan budidaya menjadi lebih sistematis sekaligus meningkatkan rasa memiliki anggota terhadap usaha bersama.

"Sekarang, kami memiliki pengetahuan baru, bibit yang lebih baik, dan keyakinan bahwa kolam yang kami kelola bisa menghasilkan panen yang lebih besar. Harapan kami sederhana, semoga usaha ini terus berkembang dan menjadi sumber penghidupan yang lebih baik bagi keluarga kami," ujar Feri.

Program tersebut juga membuka potensi ekonomi yang cukup besar. Dari 20.000 bibit ikan patin yang dibudidayakan, kelompok diproyeksikan mampu menghasilkan potensi panen hingga 22,5 ton dalam satu siklus.

Dengan asumsi nilai ekonomi yang disampaikan dalam program, hasil panen tersebut berpotensi mencapai Rp495 juta per siklus panen. Selain hasil budidaya ikan, Program Circular Fisheries juga mengembangkan pemanfaatan limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pakan ikan. 

Pemanfaatan limbah tersebut diproyeksikan mencapai 75 kilogram per hari atau sekitar 2.250 kilogram per bulan. Melalui Program Circular Fisheries, PHR terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan, penguatan keterampilan, dan kelembagaan kelompok.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas budidaya ikan patin. Tetapi, program ini juga menciptakan usaha perikanan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.