Pukulan Bera 135 Siswa SMPN 1 Banlak Usai Sekolahnya di Hantam Angin Puting Beliung
Pukulan Bera 135 Siswa SMPN 1 Banlak Usai Sekolahnya di Hantam Angin Puting Beliung
RIAU1.COM -Sebanyak 135 orang siswa di SMP 1 Bandar Laksamana, kabupaten bengkalis >Bengkalis, dimana sekolah yang mereka tempati untuk belajar luluh lantah setelah dihantam puting beliung, Minggu 7 Juni 2026 kemarin sekitar pukul 08.30 WIB.
Terlihat suasana duka masih menyelimuti SMP Negeri 1 Bandar Laksamana. Di tengah puing bangunan yang rusak parah tersebut 135 siswa tetap berusaha tegar menghadapi kenyataan pahit menjelang pelaksanaan ujian kenaikan kelas.
Ujian yang semula dijadwalkan berlangsung Senin 8 Juni 2026 itu terpaksa ditunda. Kerusakan berat yang terjadi pada sejumlah ruang kelas membuat proses belajar mengajar dan pelaksanaan ujian tidak mungkin dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi para siswa yang telah mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir semester tersebut.
Tidak hanya bangunan yang mengalami kerusakan, sejumlah dokumen penting sekolah juga terdampak. Soal ujian yang telah dipersiapkan untuk siswa kelas VII dan VIII dilaporkan rusak dan basah akibat hujan yang masuk ke ruangan setelah atap sekolah diterbangkan angin puting beliung.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana, Suroto, mengatakan penundaan ujian merupakan langkah yang harus diambil demi memastikan pelaksanaan ujian berjalan dengan baik dan tertib.
Menurutnya, pihak SMP N 1 bersama Dinas Pendidikan telah mencari solusi agar hak siswa untuk mengikuti ujian tetap terpenuhi.
"Sebanyak 135 siswa yang terdiri dari 63 siswa kelas VII dan 73 siswa kelas VIII akan mengikuti ujian kenaikan kelas pada Rabu, 10 Juni 2026,"ungkap Suroto.
"Pelaksanaannya dipindahkan ke SD Negeri 1 Bandar Laksamana karena fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat diterjang angin topan," ujarnya lagi.
Meski harus berpindah lokasi, semangat para siswa untuk mengikuti ujian tidak surut. Banyak di antara mereka yang tetap mempersiapkan diri di tengah kondisi sulit.
Dukungan dari para guru dan orang tua menjadi penyemangat agar mereka tetap fokus menghadapi ujian yang akan dilaksanakan ini.
Disamping itu, bencana yang terjadi juga mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pendidikan Kabupaten bengkalis >Bengkalis, DPRD bengkalis >Bengkalis, Camat Bandar Laksamana, serta tim Sarana dan Prasarana (Sapras) turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah.
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan bangunan sekaligus mengkaji langkah langkah penanganan yang perlu segera dilakukan.
"Kerusakan yang cukup parah membuat sekolah membutuhkan rehabilitasi menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,"ujar Suroto lagi.
Harapan besar kini tertuju pada upaya percepatan perbaikan sekolah. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat segera merealisasikan rehabilitasi bangunan sehingga para siswa tidak terlalu lama menjalani proses belajar di lokasi sementara.
Di balik musibah menghancurkan bangunan sekolah, tersimpan kisah tentang ketangguhan para siswa dan tenaga pendidik yang tidak menyerah pada keadaan.
"Meski ruang belajar mereka porak-poranda diterjang puting beliung, semangat untuk menuntut ilmu tetap berdiri kokoh, menjadi bukti bahwa bencana tidak akan mampu menghentikan cita cita generasi muda di kecamatan Bandar Laksamana,"pungkasnya.