(dari kiri) Project Leader UKMIndonesia.id Dewi Meisari, Chief Commercial Expansion GOJEK Catherine Hindra Sutjahyo, Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Slamet Santoso, Chief Public Policy and Government Relations GO
RIAU1.COM - GOJEK sebagai perusahaan teknologi terdepan di Indonesia kembali menunjukkan komitmennya membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan skala bisnis dan memperluas pasarnya.
Komitmen ini ditunjukkan melalui peluncuran GOJEK Wirausaha, program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh GOJEK kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka, dengan tujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar, bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia tahun 2018, 99 persen industri Indonesia ditopang oleh UMKM. Dengan total 62 juta unit yang tersebar di berbagai wilayah di nusantara, UMKM menjadi solusi dalam menciptakan banyak lapangan kerja.
Chief Commercial Expansion GOJEK, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, basis UMKM yang besar di tanah air berpotensi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun demikian, terdapat tantangan yang dihadapi oleh UMKM mulai dari keterbatasan pada akses pasar yang lebih luas, akses ke teknologi, serta akses pada peningkatan skill.
"Tantangan akses pasar yang lebih luas serta akses ke teknologi kami berusaha beri solusi dengan melalui layanan GO-FOOD dan GO-PAY. Dimana, UMKM yang tergabung dalam ekosistem GOJEK dapat terhubung secara langsung dengan ratusan juta pelanggan setia kami," kata Catherine, di Jakarta, Rabu 20 Februari 2019.
Catherine melanjutkan, hingga saat ini GOJEK telah bermitra dengan lebih dari 400.000 merchant di mana 80 persen diantaranya merupakan UMKM kuliner yang telah merasakan manfaat perluasan pasar secara langsung.
“Inovasi GOJEK tak berhenti sampai disitu. Sesuai misi kami untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, kali ini untuk memberikan akses pada peningkatan skill, GOJEK meluncurkan pelatihan GOJEK Wirausaha yang bertujuan menaik kelaskan pelaku UMKM," tambahnya.
Lewat pelatihan ini, GOJEK menyediakan paket lengkap baik bagi UMKM yakni akses pasar yang lebih luas dengan masuk ke ekosistem GOJEK, akses ke teknologi melalui platform GOJEK sekaligus akses ke peningkatan kemampuan dan pengetahuan dengan pelatihan dan modul.
Sementara itu, VP Public Affairs GOJEK, Astrid Kusumawardhani memaparkan, dalam menyusun program pelatihan GOJEK Wirausaha, GOJEK bekerja sama dengan pelatih yang ahli dalam bidang wirausaha serta para UMKM yang telah sukses naik kelas. Selain itu, dalam membuat pelatihan dan modul, GOJEK Wirausaha senantiasa mendengarkan aspirasi dari pelaku UMKM yang telah masuk dalam ekosistem GOJEK.
“Materi yang kami sampaikan beragam sesuai dengan level kesiapan usaha mulai dari tingkat pemula, menengah dan lanjutan. Sehingga dalam penyampaian materi kami berupaya untuk tepat sasaran," tutur Astrid.
Dijelaskannya, Modul yang diajarkan berisi cara mengelola usaha, tips dari UMKM yang sudah sukses serta tips serta pemahaman wirausaha dari GOJEK. "Tahun ini ditargetkan dapat 35.000 pelaku usaha UMKM di 25 kota di Indonesia bisa ikut serta dalam pelatihan GOJEK Wirausaha dan meningkatkan skala bisnisnya," imbuhnya.
Masih kata Astrid, kontribusi GOJEK lewat GOJEK Wirausaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat lebih besar lagi ke depannya. Kontribusi nyata GOJEK sebelumnya ditunjukkan dari hasil riset LD FEB UI pada tahun 2017 yang menunjukkan bahwa GOJEK telah berkontribusi sebesar Rp1,7 triliun per tahun untuk perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM.
“Harapannya dengan ilmu yang kami berikan lewat GOJEK Wirausaha ini, pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya dan mengatur keuangan lebih baik, sehingga menjadi meningkatkan skala bisnis yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” tutup Astrid.
Salah satu pelaku usaha UMKM yang telah mengikuti pelatihan, Agung Saputra, Perwakilan dari Komunitas Pebisnis Kota Tangerang Selatan (Kopi Tangsel) merasakan manfaat dari pelatihan GOJEK Wirausaha.
"Melalui pelatihan ini, saya sebagai pelaku usaha UMKM jadi lebih paham bagaimana memetakan peluang dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan skala bisnis. Kami juga bisa memanfaatkan peluang yang ada di ekosistem GOJEK untuk memperluas akses pasar kami. Sejak memanfaatkan ekosistem GOJEK untuk pengembangan bisnis dari tahun 2015, kami mendapatkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen tiap bulan," tukasnya.