Kartu Digital Mualaf Diluncurkan Saudi, Kini Syahadat Bisa Diproses Otomatis

31 Juli 2026
Ilustrasi Keramaian di Kota Makkah

Ilustrasi Keramaian di Kota Makkah

RIAU1.COM - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus mempercepat transformasi layanan keagamaan berbasis digital. Terbaru, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi meluncurkan layanan digital yang memungkinkan proses pernyataan masuk Islam dilakukan secara lebih cepat, termasuk penerbitan kartu digital bagi mualaf.

Kartu mualaf tersebut diluncurkan Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan, Syekh Abdullatif Al Alsheikh pada Ahad (26/7/2026) sebagai bagian dari upaya untuk memperluas layanan pemerintah digital.

"Layanan baru ini mengotomasi semua tahapan proses bagi orang yang ingin memeluk Islam," dikutip Republika dari laporan Saudigazette, Kamis (30/7/2026),

Melalui layanan tersebut, seseorang yang mengajukan permohonan untuk memeluk Islam akan memperoleh "Kartu Mualaf" secara otomatis setelah pengajuannya disetujui. Kartu tersebut langsung tersedia di aplikasi "Tawakkalna", sehingga penerima dapat segera mengakses identitas digitalnya tanpa harus menunggu penerbitan dokumen fisik.

Menukil laporan SceneNow pada Kamis (30/7/2026), sistem baru ini merupakan bagian dari program transformasi digital pemerintah Arab Saudi yang sejalan dengan target "Visi Saudi 2030" untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.

Layanan tersebut juga terhubung dengan Saudi Data and Artificial Intelligence Authority(SDAIA) guna mendukung proses verifikasi otomatis dan pertukaran data antarinstansi. Integrasi ini memungkinkan penerbitan kartu berlangsung secara instan setelah seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan.

Setiap kartu digital dilengkapi kode QR yang dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian dokumen sekaligus memastikan bahwa kartu diterbitkan oleh otoritas resmi.

Kementerian Urusan Islam Arab Saudi menjelaskan, digitalisasi layanan ini tidak hanya bertujuan mempermudah proses administrasi bagi para mualaf, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan data. Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah dapat menyusun laporan dan statistik yang lebih akurat sebagai dasar perencanaan serta pengambilan kebijakan.

Menurut kementerian, kombinasi penerbitan instan, integrasi sistem digital, dan verifikasi melalui kode QR diharapkan mampu menyederhanakan prosedur administrasi sekaligus memperkuat validitas data resmi para mualaf di Arab Saudi.*