Safari Ramadan Pemkab Kampar
RIAU1.COM - Pemerintah Kabupaten Kampar resmi memulai rangkaian Safari Ramadhan 1447 H dengan membentuk dua tim yang akan menyapa masyarakat di berbagai kecamatan. Untuk Tim I dipimpin langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, sementara Tim II dipimpin oleh Wakil Bupati Kampar, Misharti.
Safari perdana Tim II digelar di Masjid Baiturrahman, Desa Persiapan Kobuo Panjang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Rabu (25/02).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Tim II Safari Ramadhan, Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, Pj Kepala Desa Kobuo Panjang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Ustaz Dasril Amali bersama jamaah Masjid Baiturrahman.
Komitmen Pembangunan Fisik dan Nonfisik
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar terus berkomitmen melaksanakan pembangunan yang merata, baik dari sektor fisik maupun nonfisik.
“Pembangunan yang kita jalankan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan,” ujar Wabup.
Beberapa program prioritas yang disampaikan di antaranya bantuan bagi gharim dan pengurus masjid, sebagai bentuk perhatian terhadap rumah ibadah, Gerakan Lingkungan Bersih-Kampar ASRI. Bantuan beras gratis 10 kg per KK bagi lansia, masyarakat miskin, dan difabel.
Selain itu kata Wabup, dukungan pendidikan, berupa bantuan pakaian dan perlengkapan sekolah untuk sekitar 3.000 anak dari keluarga kurang mampu.
Peningkatan layanan kesehatan melalui program UHC, agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal.
Mobil layanan keliling Dukcapil, khususnya bagi desa yang jauh dari Bangkinang, guna memastikan data kependudukan tetap terbarui.
Pemberdayaan perempuan, dengan pelatihan terhadap 420 ibu-ibu yang kini telah menunjukkan hasil produktif dari keterampilan yang diberikan.
Selain itu, Wabup juga menekankan pentingnya mendorong wajib belajar 13 tahun sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kampar.
“Kami berharap seluruh program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten,” tambahnya.*