Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera

6 Agustus 2026
Industri kapal di Kepri

Industri kapal di Kepri

RIAU1.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau tumbuh 6,99 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan II 2026. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dan peringkat ketiga tertinggi secara nasional.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri juga memberikan kontribusi sebesar 7,18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera.

“Perekonomian Kepri pada triwulan II 2026 tumbuh tinggi dan berkontribusi sebesar 7,18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera,” kata Margaretha di Tanjungpinang, Rabu (5/8) yang dimuat Batampos.

Menurut dia, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang sektor industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 2,55 persen.

Aktivitas industri pengolahan di Kepri sebagian besar terpusat di Kota Batam, sementara sisanya berada di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.

Dari sisi pengeluaran, investasi menjadi motor utama pertumbuhan dengan pertumbuhan mencapai 24,08 persen dan memberikan andil sebesar 10,2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

BPS mencatat produk domestik regional bruto (PDRB) Kepri triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp104,81 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp59,07 triliun.

Margaretha menjelaskan, di tingkat Sumatera, pertumbuhan ekonomi Kepri berada di posisi pertama, disusul Lampung sebesar 5,29 persen dan Sumatera Selatan sebesar 5,20 persen.

Sementara di tingkat nasional, Kepri berada di posisi ketiga setelah Maluku Utara yang tumbuh 15,35 persen dan Nusa Tenggara Barat.

“Ini menandakan perekonomian Kepri tetap terjaga pada triwulan II 2026,” ujarnya.

Secara terpisah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, salah satunya melalui target investasi Rp86 triliun pada 2026.

Hingga Juni 2026, realisasi investasi di Kepri telah mencapai sekitar Rp40 triliun.

Ansar menyebut sejumlah proyek investasi besar sedang didorong untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Proyek tersebut antara lain pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam melalui BP Batam, pembangunan kawasan industri petrokimia di Pulau Poto, dan pengembangan industri baja di Pulau Numbing, Kabupaten Bintan.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah juga mendorong realisasi investasi KEK Thiansan di Kabupaten Lingga yang telah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan industri rumput laut di Dabo Singkep, Lingga, dengan target lahan mencapai 5.000 hektare serta pengembangan industri rumput laut di Kabupaten Anambas dengan target produksi 300 ribu ton per tahun.

“Industri rumput laut didukung penuh pemerintah pusat karena berdampak positif bagi masyarakat, terutama bagi ibu-ibu untuk bekerja dan menambah penghasilan,” kata Ansar.

Ia menegaskan pemerataan investasi akan terus didorong ke seluruh kabupaten dan kota di Kepri agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.*