Anggaran MBG Dipastikan Dipangkas, Seperti Ini Penjelasan Menkeu

29 Juni 2026
Menu Program MBG

Menu Program MBG

RIAU1.COM - Pemerintah berencana aman melakukan pemangkasan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga di bawah anggaran saat ini yang sebesar Rp268 triliun.

Seperti diketahui, salah satu program prioritas tersebut terus menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena anggarannya yang jumbo dan rawan diselewengkan.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, besaran anggaran pemotongan program MBG akan disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang.

"Nanti akan di bawah itu (Rp268 triliun). Tapi untuk detail nanti biar kepala BGN yang melaporkan," ucap Purbaya saat konferensi pers di Gedung Juanda, Dikutip Senin (29/6/2026).

Purbaya mengaku, dirinya telah sepakat untuk memangkas anggaran MBG usai pertemuannya dengan Kepala BGN di kantornya.

"Kemarin saya ketemu dengan Kepala BGN di sini (Kemenkeu), Dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG. Saya pikir cukup signifikan penghematannya, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," kata Purbaya.

Selain itu, Purbaya sendiri juga tak menampik kabar pemotongan anggaran MBG yang dapat dilakukan hingga Rp40 triliun atau bahkan lebih besar. "Mungkin," ucapnya.

Bahkan, menurutnya, lebih baik lagi jika dilakukan efisiensi dalam jumlah besar.

"Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi," katanya.

Purbaya melanjutkan, anggaran MBG setelah pemangkasan lebih lanjut bisa lebih rendah dari Rp268 triliun pada 2026. Nilai itu pun merupakan hasil pemangkasan dari sebelumnya anggaran MBG mencapai Rp335 triliun tahun ini.

"Cukup signifikan pengurangannya yang jelas anggaran kita menjadi lebih aman. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN-nya sendiri. Jadi bisa ditanyakan ke Kepala BGN," terangnya.

Purbaya menambahkan, evaluasi dan pemangkasan anggaran MBG ini tidak turut mengurangi porsi menu makan dan gizinya. "Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Tapi itu yang lebih tahu ranahnya Kepala BGN," jelasnya.

Sesuai dengan arahan Presiden, efisiensi MBG telah dilakukan dengan memangkas anggaran dari semula Rp 335 triliun menjadi sekitar Rp228,38 triliun. Adapun total efisiensi dari anggaran MBG 2026 sebesar Rp39,62 triliun.

Menurut dia, angka tersebut masih berpotensi berubah seiring proses efisiensi dan refocusing penerima manfaat yang masih terus dilakukan BGN.

Secara terpisah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari membenarkan adanya rencana efisiensi atau refocusing anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia belum bersedia mengungkap besaran anggaran yang akan dipangkas.

"Ya benar, kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. Angka pastinya menyusul," kata Arumsari dikutip CNBCIndonesia dari Detikcom, Senin (29/6/2026).

Adapun, saat ditanya mengenai pos anggaran yang akan diefisiensikan maupun langkah-langkah yang akan ditempuh BGN, Agustina memilih belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia memastikan rincian kebijakan tersebut akan disampaikan setelah proses finalisasi selesai.

"Nah, itu nanti dulu ya. Detailnya nanti kalau sudah siap, kami konferensi pers," katanya.*