Mobil pikap yang mengangkut mahasiswa kecelakaan
RIAU1.COM - Mobil pikap yang mengangkut mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan mengalami kecelakaan di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8).
Kapolsek Mentewe AKP Kusnin, mengatakan rombongan mahasiswa tersebut adalah peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah tersebut.
Kecelakaan ini berawal saat truk tangki yang dikemudikan MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin. Kendaraan tersebut diduga hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan lalu menabrak rombongan mahasiswa.
"Iya benar, mobil pikap itu ditumpangi tujuh mahasiswa dan satu sopir yang merupakan anggota Karang Taruna. Mahasiswa tersebut sedang menjalankan program KKN di wilayah Mantewe," ujar Kusnin kepada wartawan, Senin (3/8) yang dimuat Kumparan.
Ia menjelaskan, tiga korban yang berada di bagian depan kendaraan sempat terjepit, sedangkan penumpang lainnya mengalami luka berat. Satu korban berhasil selamat dan langsung dievakuasi ke RS Marina Tanah Bumbu.
"Benar ada tujuh orang meninggal dunia. Satu orang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Desa Gunung Raya, Mantewe," katanya.
Pihak Kampus Sampaikan Duka Mendalam
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa mahasiswa peserta KKN Lingkungan Hidup di Kabupaten Tanah Bumbu.
Dua mahasiswa ULM yang meninggal dunia adalah Abdi Cahaya Girsang, mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2023, serta Muhammad Ramadhani, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023.
Sementara itu, mahasiswa ULM yang selamat adalah M. Fahrizal Hasbi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023. Ia sempat menjalani perawatan di RS Marina Tanah Bumbu sebelum dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, mengatakan pihak universitas bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan mengirimkan tim ke lokasi kejadian.
"Saat menerima kabar tentang musibah ini, saya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Tim ULM juga langsung bergerak menuju lokasi. Saat ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan berada di Tanah Bumbu untuk menangani dan mendampingi secara langsung," ujar Prof. Ahmad.
Ia menambahkan, jenazah Muhammad Ramadhani telah tiba di rumah duka di Martapura. Sementara jenazah Abdi Cahaya Girsang masih dalam perjalanan menuju rumah duka di Banjarbaru.
Selain itu, ULM terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dan kepolisian dalam proses penanganan musibah tersebut. Pimpinan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Kehutanan juga telah berada di rumah duka untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Keluarga Korban Terpukul
Keluarga Muhammad Ramadhani mengaku sangat terkejut atas kabar duka tersebut. Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan almarhum akan mengalami musibah.
"Saya terakhir bertemu sekitar satu bulan yang lalu sebelum almarhum berangkat KKN ke Tanah Bumbu," ujar kerabat korban, Ahmad Ridhoni, Senin (3/8/2026).
Ia mengatakan, keluarga sangat terpukul setelah menerima kabar kecelakaan tersebut.
"Almarhum sangat baik dan selalu memberikan kabar kepada keluarga selama menjalankan KKN. Rumah almarhum berada di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar," ungkapnya.
Daftar Korban
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut meliputi sopir mobil pikap berinisial TMA (21), mahasiswa ULM berinisial MR (20) dan ACG (21), serta mahasiswa UNU Kalimantan Selatan berinisial NIJ (22), NAS (21), dan VAS (22).
Sementara pengemudi mobil tangki berinisial MI selamat dan saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.