Pemko Pekanbaru Kekurangan 294 Tempat Tidur Pasien Corona dan Nakes di Rusunawa Rejosari
Rusunawa Rejosari di Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru kekurangan 294 tempat tidur untuk pasien corona, dokter, dan tenaga kesehatan (nakes) di Rusunawa Rejosari saat ini. Tempat tidur ini segera diisi di tiga gedung rusunawa.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Rabu (4/8/2021), mengatakan, Rusunawa Rejosari itu memiliki tiga gedung. Pada gedung pertama, lantai satu dan dua disewa masyarakat.
"Rencananya, lantai tiga disiapkan 20 kamar untuk dokter dan tenaga kesehatan (nakes)," ujarnya.
Sedangkan di gedung kedua, ada 96 kamar. Sebanyak 16 kamar rusak.
"Yang bisa digunakan 80 kamar. Kalau dua orang per kamar, maka bisa menampung 160 orang," jelas Indra Pomi.
Sekarang, tempat tidur yang tersedia hanya 70 buah di gedung kedua. Jadi, ada kekurangan 90 tempat tidur di gedung kedua.
Sementara itu, gedung ketiga juga memiliki 96 kamar. Ada empat kamar yang perlu direnovasi.
Kamar yang bisa digunakan 92 kamar. Berarti, daya tampungnya 184 tempat tidur.
"Saat ini, gedung ketiga sudah memiliki 20 tempat tidur. Jadi, ada kekurangan 164 tempat tidur," ucap Indra Pomi.
Kekurangan 254 tempat tidur pada gedung kedua dan ketiga. Sedangkan kekurangan tempat tidur di gedung pertama, khusus bagi dokter dan nakes, sebanyak 40 tempat tidur.
"Kami akan menyediakan 294 tempat tidur lagi," ujar Indra Pomi.
Masyarakat yang menyewa di gedung pertama tak akan terganggu. Gedung pertama ini hanya bagi dokter dan nakes.
"Pada gedung kedua dan ketiga tak ada masyarakat yang menyewa. Dua gedung ini murni untuk rumah sehat atau tempat isolasi pasien corona," sebut Indra Pomi.