APJATEL Riau Dukung Penataan Kabel di Pekanbaru, Perapian Jadi Langkah Prioritas Jangka Pendek
Sekretaris APJATEL Riau Dardi Suryanto. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau menyatakan dukungannya terhadap program penataan kabel udara yang tengah digencarkan Pemko Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam tahap awal, langkah yang dinilai paling memungkinkan untuk segera dilaksanakan adalah perapian kabel-kabel fiber optik yang semrawut melalui metode crimping.
Sekretaris APJATEL Riau Dardi Suryanto di Markas TRC 112 Pekanbaru, Selasa (2/6/2026), mengatakan, pihaknya diminta Pemko Pekanbaru untuk menyusun kajian teknis yang memuat rencana penataan jaringan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Kajian tersebut akan menjadi acuan bagi seluruh anggota APJATEL dalam mendukung kebijakan penataan infrastruktur telekomunikasi di Kota Pekanbaru.
“Pemko Pekanbaru meminta kami menyampaikan kajian teknis, mulai dari rencana jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Kajian itu akan kami sampaikan kepada seluruh anggota APJATEL,” ujarnya.
Untuk jangka pendek, fokus utama adalah merapikan kabel-kabel fiber optik yang menjuntai, terserak, atau tidak tertata dengan baik. Langkah ini dinilai lebih realistis. Karena, upaya ini dapat segera dilaksanakan tanpa memerlukan investasi besar maupun proses perizinan yang panjang.
“Yang paling memungkinkan untuk dikerjakan saat ini adalah crimping atau perapian kabel. Kabel-kabel yang menjuntai dan tidak rapi akan dibenahi terlebih dahulu agar lebih tertata dan aman,” jelas Dardi.
Pemko Pekanbaru juga telah meminta informasi mengenai ruas-ruas jalan yang siap menjadi lokasi awal pelaksanaan penataan kabel. Beberapa titik direncanakan mulai dibersihkan dan dirapikan dalam waktu dekat.
Meski mendukung penuh program Pemko Pekanbaru, APJATEL menilai penerapan sistem ducting atau penanaman jaringan kabel ke dalam saluran bawah tanah memerlukan kajian yang lebih komprehensif. Selain membutuhkan perencanaan teknis yang matang, pembangunan ducting juga memerlukan biaya besar dan waktu pengerjaan yang tidak singkat.
“Secara prinsip kami mendukung program Pemko Pekanbaru. Namun, untuk pelaksanaan ducting dibutuhkan kajian teknis yang mendalam, waktu yang cukup panjang, serta biaya yang besar. Karena itu, perlu dipertimbangkan lokasi mana yang benar-benar mendesak untuk menggunakan sistem tersebut,” sebut Dardi.
Sebelum masuk ke tahap pembangunan infrastruktur yang lebih kompleks, perapian kabel menjadi pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Di sisi lain, sejumlah operator sebenarnya telah mengantongi izin pemasangan jaringan di beberapa lokasi.
Namun, proses pengembangan jaringan masih terdampak kebijakan moratorium perizinan yang diberlakukan Pemko Pekanbaru saat ini. APJATEL siap mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah. Setelah kajian teknis selesai disusun dan payung hukum terkait penataan jaringan telekomunikasi telah jelas, seluruh anggota APJATEL akan menyesuaikan diri dengan regulasi yang berlaku.
“Jika kajian teknis sudah selesai dan aturan dari Pemko Pekanbaru sudah jelas, tentu kami akan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pemko,” tutup Dardi.