Dinkes Pekanbaru Dorong Digitalisasi Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mendorong seluruh rumah sakit memperkuat pengelolaan limbah medis melalui sistem digital. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan limbah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tercatat, terpantau, dan dikelola sesuai standar.
"Digitalisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan pengelolaan limbah medis di rumah sakit. Penerapan sistem digital SMILE WMS ini merupakan langkah nyata untuk memastikan seluruh proses pengelolaan limbah medis di rumah sakit tercatat secara akurat, transparan, dan terintegrasi secara real-time demi menjaga penyehatan lingkungan fasyankes di Kota Pekanbaru," kata Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit di Furaya Hotel Pekanbaru, Selasa (22/9/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas penerapan aplikasi SMILE WMS (Waste Management System) dalam pengelolaan limbah fasyankes.
SMILE WMS, yang sebelumnya dikenal sebagai ME-SMILE, merupakan inovasi teknologi yang dikembangkan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan UNDP Indonesia untuk mendukung transformasi digital di bidang kesehatan.
Sistem tersebut terintegrasi dengan platform SATUSEHAT. Sehingga, pencatatan, pelaporan, dan pemantauan limbah medis dapat dilakukan secara real-time. Dengan sistem ini, proses pengelolaan limbah diharapkan menjadi lebih akurat dan akuntabel.
Dalam penerapannya, SMILE WMS memanfaatkan teknologi Quick Response (QR) Code pada kantong limbah medis serta perangkat Internet of Things (IoT) yang terhubung dengan timbangan digital.
Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan proses pencatatan berat limbah dilakukan secara lebih presisi.
"Sistem ini juga mempercepat proses transaksi menjadi kurang dari lima menit. Sekaligus, sistem ini memudahkan pelacakan perjalanan limbah, mulai dari fasyankes hingga pihak ketiga yang bertugas mengangkut dan mengolah limbah," jelas Hazli.
Tidak hanya itu, SMILE WMS dirancang agar dapat terintegrasi dengan sejumlah sistem nasional, di antaranya SIKELIM milik Kementerian Kesehatan serta SIRAJA milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Dinkes berharap seluruh rumah sakit segera mempersiapkan perangkat keras, perangkat lunak, serta sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam penerapan sistem.