Kepala Dishub Pekanbaru Masykur Tarmizi. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru akan mengevaluasi penertiban kendaraan di depan SMA Negeri 1, Jalan Sultan Syarif Qasim. Pasalnya, kendaraan orang tua yang mengantar dan menjemput pelajar masih ditemukan parkir berlapis di kawasan tersebut.
Kepala Dishub Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi, Jumat (9/10/2026), mengatakan, petugas telah disiagakan setiap jam masuk dan pulang sekolah. Selain itu, tim patroli Dishub juga berkeliling di kawasan tersebut setiap dua jam untuk memantau kondisi lalu lintas.
Penertiban tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan warga, pihak sekolah, dan pengelola fasilitas di sekitar lokasi. Sebelumnya, Dishub telah menyurati pihak sekolah dan menggelar sejumlah rapat bersama pengelola Masjid An Nur untuk menyepakati pola pengantaran dan penjemputan pelajar.
"Dalam skema yang telah disepakati, orang tua dilarang berhenti untuk menurunkan atau menjemput anak di depan sekolah, termasuk sekadar menunggu atau ngetem," ungkap Masykur.
Orang tua diarahkan masuk melalui kawasan Masjid An Nur. Kemudian, kendaraan diparkir dan menurunkan atau menjemput anak sesuai lokasi yang telah disediakan. Setelah itu, kendaraan diarahkan keluar melalui gerbang Masjid An Nur yang menghadap Jalan Hangtuah.
“Pengelola Masjid An-Nur sudah mendukung itu dan sudah menyiapkan tempat-tempat dimana masuk, dimana parkir, dimana menurunkan anak sekolah, dan dimana keluarnya. Sudah kami atur sedemikian rupa. Ini sudah beberapa kali rapat dan juga sudah dengan surat,” ujar Masykur.
Namun, pengaturan tersebut dinilai belum berjalan efektif. Kondisi lalu lintas sempat lebih tertib selama sekitar dua pekan setelah penertiban dilakukan.
Belakangan ini, kendaraan kembali menumpuk dan parkir berlapis di depan sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima petugas di lapangan, kendaraan yang parkir berlapis tidak hanya milik orang tua, tetapi juga pelajar itu sendiri.
"Karena itu, kami meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan dan mengingatkan pelajarnya agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan," ucap Masykur.
Informasi yang diperoleh bahwa sebagian orang tua memilih berhenti di depan sekolah karena ada pekerjaan pelebaran jalan di Jalan Sisingamaraja. Meski demikian, Dishub akan mengevaluasi kondisi itu untuk memastikan apakah memang pekerjaan jalan tersebut benar-benar menjadi penyebab atau hanya alasan.
Selanjutnya, Dishub akan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk mengevaluasi langkah penertiban yang lebih efektif. Diharapkan, seluruh pihak, terutama orang tua dan pelajar, dapat mematuhi pengaturan yang telah disepakati. Agar, arus lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Pekanbaru lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan.