Dispora Pekanbaru Dorong Pemuda Sulap Sampah Jadi Peluang Usaha

22 September 2026
Kepala Dispora Pekanbaru Yuliarso saat membuka acara Pelatihan Kewirausahaan Pemuda bertema "Membangun Kewirausahaan Pemuda Berbasis Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah/Limbah dan Penguatan Ketahanan Pangan". Foto: Istimewa.

Kepala Dispora Pekanbaru Yuliarso saat membuka acara Pelatihan Kewirausahaan Pemuda bertema "Membangun Kewirausahaan Pemuda Berbasis Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah/Limbah dan Penguatan Ketahanan Pangan". Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru mendorong generasi muda untuk melihat sampah dan limbah bukan hanya sebagai persoalan lingkungan. Tetapi, sampah dan limbah itu dapat menjadi peluang usaha.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dispora Pekanbaru Yuliarso dalam Pelatihan Kewirausahaan Pemuda bertema "Membangun Kewirausahaan Pemuda Berbasis Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah/Limbah dan Penguatan Ketahanan Pangan" di Hotel Khas Pekanbaru, Selasa (22/9/2026).

"Pelatihan ini digelar untuk mendorong pemuda mengembangkan usaha kreatif yang berbasis lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Pemuda memiliki peran penting sebagai penggerak sekaligus pelaku kewirausahaan di tengah masyarakat," katanya.

Berbagai persoalan di lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi jika dikelola secara kreatif dan inovatif. Pemuda di Kota Pekanbaru harus mampu menjadi penggerak dan pelaku wirausaha di tengah masyarakat. 

"Sampah dan limbah yang sering dianggap sebagai masalah bisa menjadi peluang apabila dikelola dengan baik, kreatif, dan inovatif," ujar Yuliarso.

Ia mengajak peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi dalam membangun usaha. Dengan bekal tersebut, para pemuda diharapkan mampu merintis usaha yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

Selain meningkatkan keterampilan kewirausahaan, pelatihan ini juga menjadi wadah untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi antara pemuda, pelaku usaha, dan pemerintah. Perubahan pola pikir generasi muda diperlukan. Agar, para pemuda tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Mari kita ubah pola pikir dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan. Dari melihat sampah sebagai masalah menjadi peluang usaha, dan dari konsumen menjadi produsen yang kreatif dan produktif," pungkasnya.

Pelatihan Kewirausahaan Pemuda tersebut diikuti 70 peserta berusia 16 hingga 30 tahun. Mereka berasal dari 15 kecamatan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 22 hingga 23 September.