Dokumen Terbakar, Pemko Pekanbaru Siapkan Pengurusan KTP hingga Surat Tanah Bagi Korban Kebakaran
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar membaca lembaran halaman Alquran yang tidak sempat terbakar di salah satu rumah korban kebakaran di Lembah Damai, Rumbai, Rabu (7/10/2026). Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru memastikan kebutuhan para korban kebakaran di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai mendapat perhatian. Selain bantuan kebutuhan dasar, pemko menyiapkan pengurusan kembali dokumen kependudukan dan surat-surat penting yang ikut terbakar.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar saat akan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, Rabu (7/10/2026), mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) merupakan bentuk belasungkawa sekaligus upaya memastikan kebutuhan korban dapat segera ditangani. Mudah-mudahan, kehadiran jajaran pemko dapat menenteramkan hati para korban.
"Kalau ada dokumen atau surat-surat yang terbakar, nanti kami bantu pengurusannya," ujarnya.
Para korban kebakaran diminta segera melaporkan dokumen yang hilang, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), maupun surat-surat kepemilikan tanah. Pemko dapat melakukan pelayanan secara jemput bola untuk memudahkan proses pengurusan.
"Kalau KTP dan KK terbakar, nanti bisa kami bantu. Kalau ada surat-surat tanah, segera dilaporkan. Jangan menunggu terlalu lama. Karena semakin cepat diurus akan semakin mudah melacak dokumennya," jelas Markarius.
Warga korban kebakaran diminta agar segera mengurus dokumen yang terbakar. Penundaan pengurusan dapat menyulitkan proses pelacakan dan penerbitan kembali dokumen.
Selain dokumen, Pemko Pekanbaru memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak korban kebakaran. Dinas Pendidikan (Disdik) akan ditugaskan membantu menyediakan pakaian sekolah, sepatu, tas, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.
"Anak-anak yang masih sekolah akan kita bantu. Disdik akan kami tugaskan untuk datang dan menyiapkan kebutuhan sekolah, mulai dari buku, pakaian, sepatu, dan perlengkapan lainnya," jelasnya.
Pemko juga menyerahkan bantuan berupa kasur, perlengkapan darurat, serta makanan siap saji. Markarius secara pribadi turut memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, dan telur untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga korban selama masa pemulihan.
Ia juga membuka peluang agar rumah korban yang berdiri di atas tanah milik sendiri dapat diusulkan dalam program Rumah Layak Huni (RLH). Namun, program tersebut memiliki persyaratan, salah satunya status tanah harus merupakan milik sendiri.
"Kalau rumahnya milik sendiri dan tanahnya juga milik sendiri, nanti bisa kami usulkan melalui program Rumah Layak Huni. Kalau rumah kontrakan, tentu ada ketentuan yang berbeda. Saya minta korban kebakaran berkoordinasi dengan camat apabila mengalami kendala dalam memperoleh bantuan," ucap Markarius.
Kesempatan berbeda, salah seorang korban kebakaran, Novita Susanti, mengungkapkan seluruh barang di rumahnya nyaris tidak ada yang berhasil diselamatkan dalam kebakaran tersebut. Api sudah membesar ketika keluarganya terbangun.
"Kami tidak tahu. Tiba-tiba api sudah besar di dapur. Kami bangun, tidak ada satu pun yang sempat diselamatkan. Baju pun hanya tinggal yang melekat di badan," katanya.
Saat ini, Novita bersama keluarganya mengungsi sementara di rumah saudara. Ia bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemko Pekanbaru.
Tetapi, ia berharap pemko dapat membantu menyediakan telepon seluler (HP) untuk anak-anaknya. Tiga anaknya masih bersekolah dan membutuhkan HP untuk mengerjakan tugas. Bahkan, perlengkapan sekolah dan pakaian praktik salah satu anaknya yang bersekolah di SMK turut terbakar.
"HP anak saya semuanya terbakar. Sekarang tugas sekolah banyak melalui HP. Tiga anak saya sekolah dan semuanya membutuhkan HP. Baju praktik juga terbakar," ungkapnya.
Novita menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 01.40 WIB pada 6 Oktober. Ia menduga kebakaran berasal dari korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih belum diketahui.
"Sekitar pukul 01.40 WIB, kami sudah tidur. Tiba-tiba api sudah besar. Kami tidak tahu asalnya dari mana, mungkin dari kabel atau lampu," tuturnya.
Novita mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemko Pekanbaru. Bantuan yang diterimanya antara lain kasur, pakaian anak, sabun, perlengkapan anak, serta makanan. Diharapkan, bantuan untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat segera terealisasi.
"Kami sudah dibantu Pemko. Kami berharap bantuan HP untuk anak-anak juga bisa segera diberikan karena mereka membutuhkan untuk sekolah," tuturnya.