Jualan Es Krim Kopi, Fitri Berhasil Membangun Bangun Rumah di Tanah Milik Sendiri
Fitriani, pemilik usaha Coffee Ice Cream Koi, saat berjualan di stan bazar yang digelar pihak BRI di area Gelanggang Remaja Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Senja telah berganti malam. Belasan stan bazar yang dihuni para pelaku usaha kuliner dipadati pengunjung.
Para pedagang sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Suasana meriah itu menjadi bagian dari bazar yang digelar oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office 2 Pekanbaru di halaman Stadion Gelanggang Remaja.
Bazar itu menjadi pelengkap kemeriahan penampilan grup musik Letto. Seorang perempuan berambut keriting dan berkacamata tampak cekatan mengaduk salah satu wadah minuman berukuran besar yang dibeli label minuman es jeruk di bawah tenda berwarna merah muda.
Perempuan ini bernama Fitriani. Usaha miliknya diberi nama Coffee Ice Cream Koi. Nama Koi diambil dari nama panggilan adiknya. Selain itu, dalam budaya Tionghoa, koi juga dimaknai sebagai hoki atau keberuntungan.
Usaha ini telah dirintisnya sejak 15 tahun lalu. Pada awalnya, Fitri hanya menjual aneka jus di Jalan Pemuda.
Seiring perjalanan usahanya, Fitri terus mengikuti selera pasar. Menyesuaikan minat pelanggan, kemudian ia berinovasi dengan menghadirkan minuman kopi yang dipadukan dengan topping es krim.
Dari usaha ini, Fitri berupaya mengembangkan bisnisnya dengan membuka gerai di kawasan kuliner Raun-Raun di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Marpoyan Damai. Cabang usaha lainnya juga telah dibuka di kawasan kuliner Riau Garden, Sukaramai Trade Center, dan Plaza Citra sekitar empat tahun lalu.
"Usaha saya sudah berkembang," ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Upaya dan kerja keras Fitri selama belasan tahun akhirnya membuahkan hasil. Ia mampu meraup omzet hingga Rp18 juta setiap bulan dari seluruh cabang usahanya.
"Omzet Rp18 juta itu merupakan kondisi paling rendah dari seluruh cabang usaha. Selama bulan Ramadan kemarin, saya bisa meraup omzet hingga Rp15 juta untuk satu cabang saja," ungkap Fitri.
Seluruh omzet usahanya telah dibukukan dengan rapi. Seiring perkembangan usahanya, Fitri berencana berekspansi di kawasan wisata di Sumatra Barat (Sumbar), tepatnya di Kota Bukittinggi dan Kota Padang.
"Itu impian saya," imbuhnya.
Dari hasil usaha kuliner ini, Fitri berhasil membangun rumah di belakang Transmart Pekanbaru. Saat ini, ia masih tinggal di rumah lama di Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi.
Seiring perkembangan sistem pembayaran, pelaku usaha kuliner juga menyesuaikan diri dengan peralihan transaksi dari tunai ke nontunai. Selama ini, Fitri menggunakan kode QRIS dari salah satu dompet digital.
"Saya pertama kali menggunakan kode QRIS BRI hari ini. Setelah saya coba, ternyata notifikasi pembayaran dari pelanggan langsung masuk ke WhatsApp. Saya suka karena setiap transaksi langsung terlihat," tutur Fitri.
Ia mengaku telah menjadi nasabah BRI sebelum membuka usaha. Seluruh anggota keluarganya juga nasabah BRI.
Kesempatan berbeda, Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru Pitra Suci saat dihubungi mengatakan, jumlah QRIS yang tersebar sebanyak 171.926. Jumlah ini berdasarkan data terakhir pada 30 April 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru Guswandi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru didorong oleh konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah pada triwulan pertama tahun ini. Jika dilihat berdasarkan lapangan usaha, terdapat tiga sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni perdagangan, industri pengolahan dan konstruksi. Sektor perdagangan yang dimaksud antara lain mencakup usaha kuliner yang terus berkembang di Pekanbaru.
"Industri pengolahan juga menjadi sektor dengan kontribusi terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor ini mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk dari kuliner seperti pembuatan kue. Adapun sektor dengan kontribusi terbesar ketiga adalah konstruksi," ujarnya.
Guswandi menjelaskan, sektor konstruksi yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi meliputi berbagai kegiatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang dilakukan Pemko Pekanbaru, termasuk perbaikan jalan. Aktivitas tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang mendekati delapan persen.
Berbagai program dan pembangunan yang dilakukan Pemko Pekanbaru turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga, masyarakat merasa lebih nyaman dalam menjalankan usahanya.
"Kami mengetahui bahwa usaha kuliner berkembang pesat di Pekanbaru, salah satunya di Jalan Cut Nyak Dien. Aktivitas ekonomi seperti itulah yang turut menggerakkan perekonomian Kota Pekanbaru hingga tumbuh mendekati delapan persen," sebut Guswandi.
Fitri merupakan contoh salah seorang pelaku kuliner yang berhasil bertahan dari tahun ke tahun. Berkala semangat pantang menyerah, usaha dari berjualan jus hingga es krim kopi telah mengantarkannya mewujudkan rumah impian.