Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru memperkuat layanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 21 puskesmas disiagakan dan jam pelayanan diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB.
Kebijakan tersebut diberlakukan di tengah kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat hingga Rabu (7/10/2026) siang. Selain memperpanjang jam pelayanan, puskesmas tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu selama kondisi kabut asap masih menjadi perhatian.
"Langkah ini kami lakukan untuk memastikan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan medis. Untuk stok oksigen dan obat-obatan untuk ISPA sudah tersedia," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru Hazli Fendriyanto, Rabu (7/10/2026).
Warga yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), agar tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi puskesmas terdekat. Dinkes juga memperkuat sistem rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pasien dengan kondisi yang memerlukan tindakan medis lanjutan akan dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit.
"Bagi warga yang berobat akibat dampak asap karhutla, silakan berobat ke puskesmas. Jika diperlukan tindakan rujukan, kami rujuk ke rumah sakit," ujar Hazli.
Berdasarkan data Dinkes Pekanbaru, jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap terus bertambah. Secara kumulatif sejak 25 Agustus hingga 5 Oktober, tercatat sebanyak 10.225 warga mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dampak kabut asap.