Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni Selasa-Rabu, 6-7 Oktober.
"Keputusan ini kami ambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat pada hari ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Senin (5/10/2026).
Kebijakan tersebut diumimkan melalui Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3348/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru. Kebijakan ini mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.
"Sehubungan dengan kondisi kualitas udara yang terpantau pada kategori sangat tidak sehat, kegiatan pembelajaran jarak jauh kembali dilaksanakan selama dua hari," jelas Jamal dalam surat edaran tersebut.
PJJ dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing peserta didik. Kebijakan ini berlaku untuk satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemko Pekanbaru.
"Kami juga mengimbau sekolah atau madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lainnya untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran. Penyesuaian tersebut diminta tetap mempertimbangkan kondisi kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik," ujar Jamal.
Bagi sekolah yang mengalami kendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran dapat dilaksanakan melalui modul pembelajaran berupa penugasan berbasis rumah. Seluruh satuan pendidikan diminta melaksanakan ketentuan tersebut dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik selama kondisi kualitas udara belum membaik.