Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Bersinergi Tindak Aktivitas Galian C yang Rugikan Daerah
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemprov Riau bersama Pemko Pekanbaru berencana memperkuat pengawasan terhadap aktivitas galian C yang dinilai berpotensi merugikan daerah. Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, sejumlah pelaku usaha galian C juga disebut belum memberikan kontribusi optimal kepada pemerintah melalui kewajiban administrasi dan perpajakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Senin (8/6/2026), mengatakan, penanganan aktivitas galian C, penambangan bahan galian nonlogam dan batuan yang umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi dan pembangunan, akan dilakukan melalui kerja sama antara pemprov dengan pemerintah kabupaten dan kota di Riau. Aktivitas pertambangan galian C perlu mendapat perhatian serius. Karena, dampaknya yang cukup besar terhadap kondisi jalan yang dilalui kendaraan angkutan material.
“Kami akan bekerja sama dengan wali kota Pekanbaru serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Aktivitas galian C ini cukup luar biasa dan turut menyebabkan kerusakan jalan. Sementara itu, masih ada pelaku usaha yang belum memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
SF Hariyanto menegaskan, pemerintah daerah akan mengimbau para pelaku usaha galian C untuk segera menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi yang menjadi kewajiban masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.
Kesempatan yang sama, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan dukungannya terhadap upaya penertiban aktivitas galian. Langkah yang lebih terkoordinasi diperlikan agar pengawasan dan penindakan dapat berjalan efektif.
"Untuk itu, kami berencana mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) bersama yang melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Kami akan meminta Plt Gubernur untuk membentuk satgas bersama. Nantinya, tim ini akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penataan dan penertiban aktivitas galian C,” jelas Agung.