Pengurus Gonjong Limo Pekanbaru Bantu Pemulangan Jenazah Perantau asal Limapuluh Kota dari Sukabumi

7 Mei 2026
Nafwal sebelum merantau ke Sukabumi pada 2019. Foto: Istimewa.

Nafwal sebelum merantau ke Sukabumi pada 2019. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pengurus Bidang Sosial Gonjong Limo Kota Pekanbaru membantu proses pemulangan jenazah seorang perantau asal Nagari Talang Anau, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Perantau ini meninggal dunia di Sukabumi, Jawa Barat.

Anggota Bidang Sosial Gonjong Limo Kota Pekanbaru Syabedri atau akrab disapa Jack Libanon di Kedai Kopi Radjo, Kompleks Golden City, Kamis (7/5/2026), mengungkapkan, informasi meninggalnya perantau bernama Azmi Nafwal tersebut diterima pihaknya pada 1 Mei 2026 melalui kerabat mereka di Payakumbuh. Informasi awal diterima dari seorang karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Payakumbuh. Disampaikan karyawan itu, ada seorang perantau yang meninggal dunia di Pulau Jawa 

Almarhum dikerahui meninggal dunia pada 21 April lalu. Setelah ditelusuri, ternyata, jenazah perantau itu berada di RSUD Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

"Namun, proses identifikasi dan pencarian keluarga sempat mengalami kendala. Lantaran identitas almarhum tidak lengkap (KTP ganda)," kata Jack.

Kartu tanda penduduk (KTP) yang dimiliki almarhum tercatat sebagai warga Sukabumi. Sehingga, pihak rumah sakit, kepolisian, dan tim Dinas Sosial setempat kesulitan menemukan alamat keluarga di kampung halaman.

“Dari tanggal 21 April sampai 1 Mei, pihak rumah sakit dan kepolisian cukup kesulitan mencari keluarga almarhum. Karena data identitasnya tidak lengkap,” jelasnya.

Melalui koordinasi antara kerabat di Payakumbuh, RSI Ibnu Sina, dan pihak keluarga di Nagari Talang Anau, akhirnya diketahui bahwa Azmi Nafwal merupakan adik dari Rini Eka Putri. Setelah identitas dipastikan, Jack langsung menelusuri informasi ke perusahaan tempat almarhum bekerja. Rupanya, Nafwal merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Sun Jaya III.

"Perusahaan tersebut membenarkan bahwa almarhum merupakan pekerja mereka dan siap memfasilitasi pemulangan jenazah ke kampung halaman. Perusahaan meminta surat pernyataan terkait kesesuaian identitas berdasarkan hasil sidik jari," ujar Jack.

Setelah itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan perusahaan. Sebagai perwakilan keluar yang diberi surat kuasa yang pemulangan jenazah, Jack yang juga pengurus Bidang Sosial Gonjong Limo Kota Pekanbaru menghubungi RSUD Pelabuhan Ratu. Pihak perusahaan pelayaran tempat almarhum bekerja, yakni Kapal Sanjaya Tiga, juga dihubungi.

Pada 2 Mei, jenazah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada pukul 12.00 WIB. Jenazah tiba di Bandara BIM swekitar pukul 14.00 WIB. 

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Nagari Talang Anau. Jenazah tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Jenazah langsung dimakamkan.

“Tim Bidang Sosial Gonjong Limo Pekanbaru langsung membantu koordinasi ambulans hingga proses pemakaman selesai,” ucap Jack.

Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah, terutama kepada perantau asal kampung halaman yang berada di Sukabumi dan pengurus Gonjong Limo Kota Pekanbaru. Selain membantu pemulangan jenazah, pihak perusahaan tempat almarhum bekerja juga memberikan santunan sebesar Rp20 juta kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Sehari setelah pemakaman, pihak perusahaan langsung menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum,” tutup Jack.