QRIS BRI Tetap Dibutuhkan Pelaku Usaha Laundry Meski Transaksi Tidak Setiap Hari

23 Juni 2026
Cici, pemilik usaha Alesha Laundry, menunjukkan QRIS BRI yang telah dipakai sejak dua tahun lalu. Foto: Surya/Riau1.

Cici, pemilik usaha Alesha Laundry, menunjukkan QRIS BRI yang telah dipakai sejak dua tahun lalu. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dua karyawan perempuan meminta izin kepada majikannya untuk pulang. Satu satunya bertubuh gemuk. Sedangkan satu perempuan lainnya bertubuh kurus dan telah lanjut usia. 

Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB. Setelah hampir sembilan jam bekerja sejak pukul 07.00 WIB, keduanya bersiap mengakhiri aktivitas di tempat kerja.

Sang majikan rupanya baru datang. Dari bagian belakang ruko, ia terlihat menutup pintu sebelum berjalan menuju area depan usahanya.

Suasana di dalam ruko tampak agak redup karena dindingnya dicat warna toska. Sang majikan berjalan melewati lemari besar berwarna merah muda. Pakaian telah selesai dicuci dan disetrika tersusun rapi di lemari itu

Deretan bed cover tampak tersusun rapi dalam balutan plastik bening. Di sampingnya, pakaian yang telah disetrika dan dilipat juga dikemas dengan rapi. Pakaian tersebut siap diserahkan kepada pelanggan.

Baju dan selimut tersebut telah siap dijemput oleh pemiliknya. Di sisi lain ruangan, seragam sekolah dasar dan baju kerja tergantung rapi. 

Seluruh pakaian tersebut telah disetrika dan ditata dengan rapi. Pemiliknya bernama Cici Pebrina Sari (36). Nama usaha laundry adalah Alesha Laundry. 

Usaha laundry ini berlokasi di Jalan Utama, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya. Nama usaha tersebut diambil dari nama anak perempuan semata wayang Cici.

"Saya buka usaha laundry ini karena melihat banyak teman yang menjalankan usaha serupa. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mencoba juga," tutur Cici sembari tersipu malu.

Usaha laundry dimulai sejak tiga tahun lalu. Setelah dijalani, usaha laundry ini terbukti cukup menjanjikan. Warga sekitar Jalan Utama cukup banyak menggunakan jasa pencucian pakaian ini.

"Kadang, mereka tidak sempat mencuci pakaian di rumah," ungkap Cici.

Karyawan yang direkrut berjumlah dua orang sejak satu tahun terakhir. Keduanya merupakan tetangga di sekitar lokasi usaha laundry. Merek bekerja mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

"Kedua karyawan ini merupakan anak dan ibu. Mereka bekerja bersama karena tak ada yang menjaga si ibu di rumah," ucap Cici.

Mengenai transaksi pembayaran jasa laundry, sebagian besar pelanggan masih banyak menggunakan uang tunai. Hanya sesekali pelanggan yang membayar melalui kode QRIS. Cici telah memiliki layanan pembayaran QRIS BRI.

"Saya yang meminta kepada petugas BRI untuk dibuatkan kode QRIS. Saya sudah menggunakannya sejak dua tahun lalu," sebut Cici sembari menunjukkan kode QRIS BRI yang warnanya telah memudar.

Kesempatan berbeda, Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru Pitra Suci saat dihubungi mengatakan, jumlah QRIS yang tersebar sebanyak 171.926. Jumlah ini berdasarkan data terakhir pada 30 April 2026.

Usaha laundry seperti milik Cici ini tetap membutuhkan QRIS sebagai sarana pembayaran. Meskipun hanya sesekali digunakan, pembayaran melalui QRIS BRI tetap membantu pelanggan dalam bertransaksi dengan lebih cepat. Pelanggan tidak perlu lagi mencari-cari uang tunai di saku pakaian mereka.