Tempat Penitipan Anak Yayasan Al Anshar Pekanbaru Dapat Perhatian Pusat, Gratis Demi Kepentingan Umat
Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Taman Anak Sejahtera (TAS) Ibu Mithali merupakan tempat penitipan anak sekaligus Taman Kanak-Kanak yang diresmikan rombongan Seruni Kabinet Merah Putih beberapa hari lalu. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Bangunan bercat biru berbentuk huruf L itu tampak ramai oleh suara riang anak-anak. Sebuah tenda dengan warna yang senada berdiri di bagian tengah halaman.
Kursi-kursi yang dibalut kain putih tersusun rapi di halaman bangunan. Dari dalam ruangan terdengar lantunan lagu yang dinyanyikan anak-anak dengan penuh semangat di bawah arahan seorang guru.
Mereka menunggu kedatangan rombongan ibu-ibu Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih datang. Bangunan itu bukanlah tempat yang asing bagi masyarakat sekitar.
Bangunan bercat biru tersebut merupakan Taman Kanak-Kanak Islam yang dikenal dengan nama Raudhatul Athfal (RA) Hubbullah. RA Hubbullah ini dikelola oleh Yayasan Al Anshar Pekanbaru.
Bangunan RA Hubbullah tersebut berdiri di Jalan Singgalang, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya. Tak lama berselang, anak-anak berbaris di halaman. Mereka akan menyambut kedatangan rombongan ibu-ibu Seruni Kabinet Merah Putih.
Rombongan dihibur oleh anak-anak yang menampilkan pertunjukan bercerita dan menyanyikan sejumlah lagu. Usai penampilan tersebut, rombongan ibu-ibu Seruni meresmikan tempat penitipan anak dengan nama Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Taman Anak Sejahtera (TAS) Ibu Mithali Pekanbaru. Peresmian ditandai dengan pembukaan tirai yang menutupi papan nama di halaman bangunan.
Ketua Yayasan Al Anshar, Wahyudin Syamsu Ridwan, usai kegiatan mengatakan, pihaknya mulai membangun taman asuh anak tersebut sejak 2016. Taman asuh merupakan yang pertama berdiri di Provinsi Riau.
"Taman asuh ini merupakan satu-satunya yang ada di Riau. Pada awal berdirinya, taman asuh ini berada langsung di bawah pembinaan Kementerian Sosial," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, taman asuh ini menjalin kolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru dan Dinsos Provinsi Riau serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau. Berbagai kerja sama tersebut membuat taman asuh ini semakin dikenal dan menjadi perhatian banyak pihak.
"Meskipun kondisi kami masih sederhana dan masih banyak atap yang bocor, semuanya dapat diperbaiki asal ada anggarannya," ucap Wahyudin.
Namun, ada hal yang lebih penting yakni pembinaan bagi anak usia dini. Program pembinaan yang dijalankan di taman asuh ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Taman asuh ini menjadi tempat penitipan anak bagi orang tua yang bekerja. Selain itu, sebagian orang tua juga mempercayakan anak-anak mereka ke taman asuh ini. Agar, anak-anak mereka dapat mengenal dan mempelajari ajaran Islam sejak usai dini.
"Dalam mengelola tempat penitipan anak ini, kami tidak berorientasi bisnis. Kami hanya ingin membantu sesama manusia tanpa memandang agama," tutur Wahyudin.
Biaya operasional serta gaji para guru ditanggung oleh Yayasan Al Anshar. Sumber pendapatan yayasan berasal dari sejumlah unit usaha yang dikelola, seperti Roti Canai Pekanbaru, usaha air minum isi ulang, bengkel las, dan minimarket. Seluruh unit usaha tersebut, termasuk taman asuh, berada dalam satu kawasan di Jalan Singgalang.
Pada awal pembangunan, material untuk Taman Asuh Sayang ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bantuan yang datang berupa material bangunan.
"Dinas Sosial Kota Pekanbaru menggandeng BRI Regional 2 Pekanbaru. BRI menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui Pemko Pekanbaru," sebut Wahyudin.
Bantuan semakin intensif setelah Yayasan Al Anshar melengkapi seluruh persyaratan hukum atau lengkapi. Dengan demikian, penyaluran CSR dari berbagai perusahaan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Team Leader Reputation Management Team Corprate Secretary Group BRI Kantor Pusat, Natalia Christanto, mengatakan, CSR BRI Peduli tidak hanya bicara tentang bencana. CSR BRI ini terkait bantuan-bantuan kepada yang membutuhkan.
Berdasarkan rilis BRI, program BRI Peduli memang memiliki skema bantuan pembangunan dan renovasi sarana sosial, pendidikan, serta fasilitas umum. Program bantuan pembangunan fisik merupakan bagian yang rutin dijalankan BRI di berbagai daerah.
Yayasan Al Anshar Pekanbaru membangun tempat penitipan anak gratis sebagai upaya mencari pahala. Biaya pembangunan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Taman Anak Sejahtera (TAS) Ibu Mithali Pekanbaru berasal dari pendapatan sejumlah unit usaha milik yayasan dan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari sejumlah BUMN termasuk BRI.