Temuan Kasus TBC Pekanbaru Capai 3.605 Kasus, Dinkes Kejar Target Pengobatan 90 Persen
Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru terus memperkuat upaya penemuan dan penanganan kasus tuberkulosis (TBC). Sebanyak 3.605 kasus TBC telah ditemukan atau mencapai 68,2 persen dari target tahunan sebanyak 5.280 kasus hingga 20 September.
Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto, Jumat (25/9/2026), mengatakan, kinerja penemuan kasus TBC Pekanbaru tergolong tinggi pada tahun lalu. Dinkes berhasil menemukan 5.505 kasus atau 114 persen dari target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 4.838 kasus.
"Sementara itu, capaian penemuan kasus baru mencapai 3.605 kasus dari target 5.280 kasus hingga 20 September tahun ini. Selain itu, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM), atau 54,6 persen dari target 28.220 orang," ujarnya.
Dinkes juga mendorong peningkatan penemuan kasus secara aktif serta menyusun strategi untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Dinkes menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen.
"Sebagai bentuk apresiasi terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang mencatatkan kinerja terbaik, kami menyerahkan piagam penghargaan dan sertifikat kepada sejumlah puskesmas. Untuk kategori penemuan kasus TBC terbanyak pada tahun lalu, Puskesmas Sidomulyo meraih peringkat pertama, disusul Puskesmas Payung Sekaki di peringkat kedua dan Puskesmas Rejosari di peringkat ketiga," urai Hazli.
Sementara itu, kategori keberhasilan pengobatan terbaik dan melampaui target nasional diraih Puskesmas Sidomulyo dengan capaian 99 persen. Puskesmas Sapta Taruna 98 persen. Terakhir, Puskesmas Sail dan Puskesmas Langsat masing-masing 97,4 persen.