Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Seluruh camat diminta lebih peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga di wilayah masing-masing. Para camat diminta menjadi pihak yang paling awal mengetahui dan merespons setiap keluhan warga.
"Saya dan wakil wali kota tidak ingin mendengar informasi atau keluhan justru dari warga luar lebih dulu. Sementara, camatnya sendiri tidak tahu. Camat harus aktif dan paham betul dengan kondisi serta keluhan warga di lingkungannya," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (25/9/2026).
Pemko Pekanbaru juga membahas persoalan kelistrikan bersama jajaran PLN melalui forum Focus Group Discussion (FGD). Pembahasan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga terkait pemadaman listrik yang belum selalu dapat terdeteksi dan ditindaklanjuti secara cepat.
"Ke depan, warga dapat melaporkan kejadian listrik padam melalui layanan darurat 112. Laporan tersebut akan langsung diteruskan ke tim Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN di rayon masing-masing," jelas Agung.
Selain persoalan listrik, ia juga menerima laporan terkait masih adanya ijazah peserta didik yang belum diserahkan pihak sekolah karena persoalan tunggakan biaya. Jumlah ijazah yang masih tertahan akibat persoalan tersebut mencapai ratusan.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah adanya warga kurang mampu yang tiba-tiba tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Beberapa kasus disebabkan adanya anggota keluarga dalam satu KK yang terjerat pinjaman online atau indikasi pencatutan KTP untuk kepemilikan kendaraan roda empat.
"Sehingga, mereka otomatis tereliminasi dari sistem penerima bansos. Kami hadirkan posko pengaduan di setiap kecamatan untuk memverifikasi ulang agar hak warga tidak mampu dikembalikan," pungkas Agung.