Gubri Syamsuar Minta Perusahaan di Seluruh Riau Sediakan Tempat Evakuasi Bagi Warga yang Terdampak Kabut Asap
Dari kanan: Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Waguri Edy Natar Nasution, Gubri Syamsuar, dan Penjabat Sekda Riau Ahmad Syah. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Perusahaan yang tersebar di seluruh Riau diminta menyediakan tempat evakuasi bagi warga yang terdampak kabut asap. Pasalnya, status Riau sudah ditingkatkan dari siaga kabut asap menjadi keadaan darurat pencemaran udara.
Gubernur Riau Syamsuar usai Coffie Morning di Media Center Karhutla, Pekanbaru, Senin (23/9/2019), mengatakan, semua pemerintah daerah agar membuat yang dilakukan Pemprov Riau, salah satunya tempat evakuasi. Di samping itu, perusahaan-perusahaan di Riau juga diminta membuatkan tempat-tempat evakuasi.
"Karena, Riau ini cukup luas. Biasanya, perusahaan-perusahaan punya aula. Kami harapkan bisa membantu pemerintah daerah," harapnya.
Masyarakat yang jauh dari lokasi evakuasi akan dijemput dengan kendaraan. Makanya, koordinasi dari tingkat kelurahan atau desa hingga pemerintahan kabupaten dan kota dibutuhkan. Selama berkoordinasi, proses evakuasi warga tidak akan menimbulkan masalah.
"Dengan peningkatan status dari siaga menjadi keadaan darurat pencemaran udara, maka sekolah-sekolah dipastikan tetap libur," jelas Syamsuar.
Mengenai perusahaan-perusahaan yang membakar hutan dan lahan di Riau, pembekuan izin masih menunggu laporan dari para bupati. Sedangkan mengenai kata-kata "asap belum mengkhawatirkan" dan "langit masih biru" yang pernah dilontarkan, hal itu disesuaikan dengan keadaan saat itu.
"Tapi saat ini berbeda. Mulai hari ini, kami sudah membuat surat keputusan penetapan keadaan darurat pencemaran udara di Provinsi Riau sampai 30 September," sebut Syamsuar.
