Dosen UIR Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Tanah Merah, Dorong Warga Optimalkan Ekonomi Keluarga Lewat Budidaya Jagung Manis
Dosen Universitas Islam Riau saat menyerahkan bibit jagung manis kepada warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat, Sabtu (4/4/2026).
RIAU1.COM - Sebagai wujud nyata komitmen Universitas Islam Riau (UIR) dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat, tim dosen UIR menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Sosialisasi dan Pengembangan Usaha Budidaya Jagung Manis sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga” di Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan ibu-ibu warga Desa Tanah Merah ini berlangsung penuh semangat dan antusias dari awal hingga akhir acara.
Desa Tanah Merah merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru dan didominasi oleh warga pendatang. Tercatat, desa seluas 1.096 hektare ini dihuni oleh 18.334 jiwa yang terbagi dalam 4.364 kepala keluarga, dengan profesi mayoritas sebagai pedagang keliling dan rata-rata tingkat pendidikan minimal setara SMA sederajat. Potensi wilayah yang besar ini dinilai tim dosen UIR belum dimanfaatkan secara optimal, terutama di sektor pertanian dan wirausaha berbasis produk lokal seperti jagung manis.
Sebelum merancang program, tim dosen UIR terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ditemukan tiga tantangan utama, yakni keterbatasan diversifikasi usaha akibat minimnya pengetahuan dalam pengolahan produk jagung, sulitnya menjangkau pasar yang lebih luas, serta keterampilan kewirausahaan yang masih terbatas sehingga potensi budidaya jagung di desa ini belum dikelola secara optimal oleh warga.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan melalui empat sesi pelatihan yang saling melengkapi. Sesi pertama adalah pelatihan perencanaan usaha yang mencakup analisis potensi pasar dan proyeksi laba-rugi. Sesi kedua adalah pelatihan pengelolaan keuangan sederhana, termasuk cara memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga agar pengelolaan modal lebih tertata. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan strategi pemasaran berbasis media sosial dan e-commerce, serta pelatihan inovasi produk olahan jagung seperti susu jagung, keripik jagung, tepung jagung, hingga kue berbahan dasar jagung.
Tidak hanya produk konvensional, peserta juga diperkenalkan dengan kreasi produk jagung kekinian yang tengah diminati pasar, seperti jagung tarik mozzarella, jagung lumer, dan stik jagung. Produk-produk inovatif ini dinilai memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus mudah diproduksi dengan bahan baku yang mudah dijangkau oleh masyarakat Desa Tanah Merah.
Materi yang disambut dengan antusias oleh para peserta adalah sesi tentang cara menanam jagung yang baik agar tumbuh dengan sempurna. Tim dosen UIR menjelaskan secara rinci tahapan budidaya jagung manis, mulai dari pemilihan bibit unggul yang berkualitas dan pengolahan lahan yang tepat, hingga teknik penanaman yang benar agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Peserta juga diajarkan cara merawat tanaman jagung secara rutin, meliputi penyiraman yang cukup, pemupukan pada waktu yang tepat, serta cara mengenali dan mengatasi hama maupun penyakit yang kerap menyerang tanaman jagung.
Di penghujung acara, panitia membagikan bibit jagung manis serta tanaman secara langsung kepada seluruh peserta. Pemberian bibit ini merupakan bentuk dukungan konkret agar para peserta dapat segera mempraktikkan ilmu yang telah mereka dapatkan di rumah masing-masing, tanpa harus menunggu waktu lama untuk memulai usaha.
Kamar Zaman, S.E., M.M. bersama tim menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Kami berharap warga Desa Tanah Merah dapat memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Jagung manis bukan sekadar komoditas pertanian biasa, tetapi bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik, diolah secara kreatif, dan dipasarkan melalui saluran yang tepat,” ujarnya saat memaparkan materi kepada peserta di Desa Tanah Merah, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut hangat oleh warga yang hadir. Salah seorang peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas ilmu baru yang diperoleh. “Selama ini kami tidak tahu bagaimana cara merawat tanaman yang benar. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami baru tahu cara menanam jagung yang baik dan cara merawatnya agar bisa tumbuh dengan sempurna,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan bibit secara simbolis oleh tim dosen UIR kepada perwakilan warga Desa Tanah Merah, yang sekaligus menjadi penanda dimulainya semangat baru berwirausaha di kalangan masyarakat setempat. Ke depannya, tim pengabdian UIR berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya ke desa-desa lain di Kabupaten Kampar, agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari pendampingan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.**