Kadisdik Riau, Erisman Yahya
RIAU1.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Riau bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda gedung kelas jauh SMAN 3 Pujud di Desa Sukajadi, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir. Langkah sigap ini dilakukan guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan fasilitas pendidikan segera pulih.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, Jum'at (3/4/2026) menegaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan pascakejadian.
“Sesuai arahan pimpinan, kami segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan renovasi terhadap ruang kelas yang terdampak kebakaran. Ini menjadi prioritas agar proses belajar mengajar bisa kembali normal secepatnya,” ujar Erisman.
Selain itu, Pemprov Riau juga memastikan bahwa aktivitas belajar siswa tidak terganggu secara signifikan. Untuk sementara, siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan ruang kelas yang dinilai aman, sementara sebagian lainnya diarahkan belajar di sekolah induk SMAN 3 Pujud.
“Kami pastikan proses belajar tetap berjalan. Siswa menggunakan ruang yang masih layak, dan sebagian dialihkan ke sekolah induk dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Ini langkah sementara sambil menunggu proses perbaikan,” jelasnya.
Erisman juga memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk menjaga keselamatan serta kelangsungan pendidikan siswa di wilayah tersebut.
Upaya percepatan penanganan ini juga menjadi penting mengingat keberadaan sembilan rombongan belajar di kelas jauh tersebut, serta potensi lonjakan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pemerintah berupaya agar kapasitas sekolah dapat segera kembali optimal.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang melihat kobaran api dari arah gudang.
Api kemudian membakar gudang yang berada berdampingan dengan ruang kelas yang sebelumnya merupakan laboratorium IPA dan telah dialihfungsikan menjadi dua ruang belajar. Dampaknya, bangunan mengalami kerusakan cukup signifikan, dengan dinding retak, plafon roboh, serta sejumlah fasilitas seperti meja, kursi, jendela, dan perlengkapan sekolah lainnya ikut terbakar.
Meski demikian, api berhasil dipadamkan dan situasi kini telah terkendali. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pendataan serta pengamanan di lokasi kejadian, sembari mempercepat langkah pemulihan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.*