Edukasi Pengelolaan Sampah Digencarkan, Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di UNRI

18 Agustus 2026
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar hadir sebagai narasumber dalam kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah yang digelar di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI), Selasa (18/8/2026).

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar hadir sebagai narasumber dalam kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah yang digelar di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI), Selasa (18/8/2026).

RIAU1.COM - Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah terus diperkuat Pemko Pekanbaru. Tidak hanya melalui kebijakan dan program pemerintah, edukasi juga digencarkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah yang digelar di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI), Selasa (18/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar hadir sebagai narasumber didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra.

Markarius memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Pemko Pekanbaru dalam menangani persoalan sampah. Mulai dari pengelolaan sampah dari tingkat hulu hingga hilir, pemko terus mendorong keterlibatan masyarakat agar pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Salah satu upaya yang mulai dikembangkan adalah keberadaan stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah atau Waste Station di sejumlah lokasi di Kota Pekanbaru.
Konsep tersebut mendapat perhatian dari mahasiswa FISIP UNRI

Mereka berharap fasilitas serupa dapat hadir di lingkungan kampus. Sehingga, mahasiswa tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah. Tetapi, mahasiswa juga memiliki sarana untuk menerapkan langsung kebiasaan memilah dan mengelola sampah.

Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra menyambut positif keinginan tersebut. Keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan lingkungan memiliki manfaat besar. Karena, pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan dan diterapkan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini sangat besar manfaatnya apabila kita bergerak terkait lingkungan dengan melibatkan mahasiswa. Seperti kita ketahui, tadi Wawako juga menyampaikan pengelolaan sampah yang ada di Kota Pekanbaru kepada mahasiswa FISIP UNRI, seperti dari hulu ke hilirnya sampai ke TPA,” katanya.

Mahasiswa merupakan salah satu kelompok strategis dalam membangun kesadaran lingkungan. Edukasi yang diberikan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata.

Karena itu, usulan pembangunan Waste Station di lingkungan UNRI dinilai sebagai langkah positif. DLHK Pekanbaru membuka peluang untuk merealisasikan fasilitas tersebut dengan terlebih dahulu memastikan ketersediaan dan status lahan yang akan digunakan.

“Permintaan mereka terhadap Waste Station dilakukan di kampus UNRI, kami sangat menyambut baik. Tentunya kami senang. Kalau memang seandainya ada lahan yang bisa dipergunakan untuk pembangunan Waste Station itu,” ujar Reza.

Kepastian lahan menjadi hal penting. Karena, fasilitas Waste Station yang direncanakan bersifat permanen. Pemko ingin memastikan pembangunan dapat dilakukan pada lokasi yang tepat sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tapi yang pastinya terhadap lahan tersebut kami harus pastikan dahulu. Jangan sampai ada permasalahan. Karena Waste Station ini bentuknya permanen," ucap Reza.

Selanjutnya, DLHK Pekanbaru akan berkoordinasi dengan pihak UNRI untuk membahas kemungkinan pembangunan fasilitas tersebut. Kolaborasi antara pemko dan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi sekaligus praktik pengelolaan sampah yang baik.

“Nanti, kami akan kerja sama dengan UNRI soal lokasinya. Kalau mereka berkenan, tidak tertutup kemungkinan di UNRI bisa kami bangun satu untuk Waste Station. Tahun ini, mudah-mudahan kita segerakan,” tutup Reza.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk membangun pengelolaan sampah yang tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan memperkuat edukasi di lingkungan kampus dan membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, pengelolaan sampah diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama. 

Mahasiswa pun dapat mengambil peran sebagai penggerak perubahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Kehadiran Waste Station di lingkungan UNRI diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas pengumpulan dan pemilahan sampah. Tetapi, kehadiran Waste Station juga menjadi sarana pembelajaran sekaligus contoh praktik pengelolaan lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai tempat di Kota Pekanbaru. (Advertorial)