Camat Bantan Sambut Hangat, Kedatangan Rombongan GMA Indonesia Chapter Antar Negara
Camat Bantan Sambut Hangat, Kedatangan Rombongan GMA Indonesia Chapter Antar Negara
RIAU1.COM -Camat Bantan Rafli Kurniawan bersama Pj. Kepala Desa Teluk Pambang Sariyono menyambut hangat kehadiran rombongan Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter antar negara di Desa Teluk Pambang.
Kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter ini, merupakan rangkaian lanjutan kegiatan kunjungan Lokal Karya, Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia” di Bengkalis dan Desa Teluk Pambang.
Kegiatan ini, dibuka langsung Camat Bantan Rafli Kurniawan, Rabu 4 Februari 2026, di Sekretariat LPHD Desa Teluk Pambang.
Rafli mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Camat Bantan mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan GMA Indonesia Chapter di Desa Teluk Pambang.
"Kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter di Desa Teluk Pambang menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat disini terutama kelompok masyarakat peduli mangrove. Artinya upaya pelestarian mangrove di sini tidak sia-sia, bahkan menjadi sorotan di kancah internasional,"ujarnya.
Terbukti hari ini, Pulau Bengkalis dan Desa Teluk Pambang menjadi Lokasi Pembelajaran Konservasi Mangrove level Internasional. Setidaknya hari ini bersama kita telah hadir empat negara datang ke Teluk Pambang melakukan pertukaran pembelajaran tentang konservasi mangrove.
"Artinya daerah kita menjadi sorotan di mata dunia, terutama di bidang konservasi
mangrove yang dilakukan oleh LPHD Desa Teluk Pambang. Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mangrove Teluk Pambang Pak Samsul Bahri atas istiqomahnya melakukan perlindungan dan rehabilitasi mangrove selama 25 tahun. Semoga kedepan kita berharap muncul regenerasi seperti Atuk Samsul ini,"ungkap Rafli.
Menurut Rafli, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran dukungan Pemerintah Kabupaten, kecamatan dan desa, serta kelompok mangrove desa, yang terus berkomitmen melakukan rehabilitasi dan perlindungan mangrove.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan konservasi mangrove di Desa Teluk Pambang, terkhusus kepada Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang tidak bosan-bosannya memberikan bimbingan kepada kelompok mangrove di sini.
"Kita berharap kegiatan ini tentunya benar-benar menjadi projek yang berkelanjutan, bukan sebatas kegiatan seremonial saja,"pesan Rafli.
Dihadapan seluruh tamu manca negara, Rafli menjelaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Bantan, memiliki 23 desa, dimana rata-rata desanya adalah wilayah pesisir yang sangat rentan terhadap abrasi, ia berharap semoga melalui kegiatan perlindungan dan rehabilitasi mangrove yang dilakukan secara kolaborasi antar negara ini dapat membantu meminimalisir laju abrasi daerah ini.
Hal senada diungkapkan Pj. Kepala Desa Teluk Pambang Sariyono mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan GMA Indonesia Chapter di Desa Teluk Pambang.
"Terima kasih telah menunjuk tempat kami sebagai tempat pertukaran pembelajaran perlindungan dan rehabilitasi mangrove. Terima kasih juga kepada pihak YKAN atas bimbingannya selama ini," pungkasnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat yang juga Bapak Mangrove Desa Teluk Pambang Samsul Bahri tidak banyak bisa diucapkan pada kesempatan tersebut, karena dirinya sangat terharu dan bangga atas kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter antar negara. Bagi dirinya suatu kehormatan dan kebanggaan yang selama 25 tahun ia dinantikan.
"Hari ini saya sangat senang sekali dan terharu, saya merasa mimpi atas kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter antar negara disini. Semoga usaha selama 25 tahun di bidang perlindungan dan rehabilitasi mangrove di usia senja saya ini tidak menjadi sia-sia. Saya ingin ada regenerasi menjadi penerus untuk menjaga hutan mangrove,"ucapan Pak Samsul sambil mengusap air mata.
Perwakilan dari rombongan GMA Indonesia Chapter Mr. Dominic Charles Jhon Wodehouse menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, terkhusus Pemerintah Desa Teluk Pambang yang telah menyambut baik dan hangat kehadirannya.
"Kami sangat terhormat atas layanan dan penyambutan masyarakat disini, begitu sopan dan santun. Dan kami juga mengucapkan terima atas jamuan sarapan dengan makanan khas lokal, kemudian kami juga merasa terhormat disambut dengan adat istiadat budaya masyarakat disini," ucap Mr. Dom.
Menurut Mr. Dom, hasil dari pengamatan dilapangan bahwa Desa Teluk Pambang merupakan salah satu konservasi mangrove terbaik di Indonesia, yang memiliki keragaman potensi dari magrove. Maka hari ini kami tertarik datang kesini melihat langsung di lapangan.
"Kita hari ini bisa melihat langsung tempat-tempat yang telah dijadikan wilayah konservasi mangrove, selain itu kita juga melihat hasil karya lokal dan kerajinan masyarakat disini begitu unik, nantinya hasil kunjungan dan pertukaran pembelajaran ini akan menjadi bahan diskusi kita di tingkat Global Mangrove Aliance Indonesia Chapter,"ujar Mr. Dom.
Kegiatan kunjungan Lokal Karya, Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia” di Bengkalis dan Desa Teluk Pambang ini, berakhir dengan kunjungan di sejumlah titik konservasi mangrove.
Tempat pertama dikunjungi rombongan GMA Indonesia Chapter, usaha keripik Asyusra, usaha kerupuk Empang Kurnia, pengerajin limbah kayu, penyangga budidaya kunang-kunang dan lebah madu hingga menyelusuri sungai Kembung Luar dan blok 10 restorasi mangrove.
Sebagai Informasi, tujuan Country Proposition Indonesia menjadi salah satu negara prioritas dalam inisiatif global “Mangrove Breakthrough” yang digagas oleh Global Mangrove Alliance (GMA) bekerja sama dengan UN Climate Change High-Level Champions, serta pemerintah, sektor swasta, dan donor. Inisiatif ini memiliki sebuah tujuan besar, yaitu konservasi 15 juta hektare hutan mangrove di seluruh dunia, melalui perlindungan, rehabilitasi, serta menurunkan laju degradasi mangrove.
Inisiatif GMA di Indonesia melibatkan sejumlah organisasi konservasi, yaitu Wetlands International Indonesia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Konservasi Indonesia, dan Yayasan WWF Indonesia.
Pada 2025 lalu, kolaborasi yang disebut sebagai GMA Indonesia Chapter telah menghasilkan Country Proposition Indonesia, sebuah konsep yang memuat informasi terkait landscape partnership, mekanisme pendanaan, dialog kebijakan, peningkatan kapasitas, serta implementasi perlindungan dan pengelolaan mangrove di Indonesia.