Akibat Konsumsi Makanan Terkontaminasi Bakteri, 50 Ribu Balita di Asia Tenggara Meninggal Tiap Tahun

20 Desember 2018
Ilustasi sayuran yang telah dicuci bersih. Foto: Pixabay.

Ilustasi sayuran yang telah dicuci bersih. Foto: Pixabay.

RIAU1.COM -Anak berusia di bawah lima tahun (balita) berisiko besar terjangkit penyakit yang berhubungan dengan foodborne disease atau penyakit imbas mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Menurut data badan kesehatan dunia (WHO), terdapat 60 juta anak di bawah lima tahun itu terkena foodborne disease dan 50 ribu di antaranya meninggal setiap tahun di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Gizi Klinis Rumah Sakir Pondok Indah (RSPI) Juwalita Surapsari di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

"Prevalensi diare pada balita yang terjadi di Indonesia itu adalah 18,5 persen pada tahun 2013. Tahun ini, angka prevalensi tersebut menurun menjadi 12,3 persen," katanya.

Data ini berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Foodborne disease dapat dicegah dengan memerhatikan keamanan pangan, yakni menghindari kontaminasi bakteri dan mendapatkan manfaat zat gizi yang optimal dari makanan.

"Ada lima langkah penting dalam menyajikan makanan agar makanan tersebut aman dari penyakit," ucapnya.

Langan pertama, perhatikan kebersihan. Kedua, pisahkan makanan yang mentah dan matang. Ketiga, masaklah makanan hingga matang.

Keempat, perhatikan suhu makanan yang aman. Terakhir, gunakan material makanan yang telah dibersihkan dengan benar.

Sumber: Antara