Aturan Monetisasi Diubah YouTube, Kreator Baru Harus Raih 8 Ribu Jam Tayang

11 Agustus 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - YouTube akan memperketat persyaratan bagi kreator baru yang ingin mendapatkan bagian dari pendapatan iklan melalui YouTube Partner Program (YPP). Mulai 1 Februari 2027, kreator baru harus memenuhi ambang batas yang lebih tinggi, yakni seribu subscribers dengan 8 ribu jam tayang dalam 365 hari terakhir atau 20 juta penayangan Shorts dalam 90 hari terakhir.

Sebelumnya, persyaratan performa untuk mendapatkan bagi hasil iklan melalui YPP adalah 1.000 subscribers dengan 4.000 jam tayang yang memenuhi syarat dalam 12 bulan terakhir, atau 1.000 subscribers dengan 10 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari pembaruan besar terhadap program monetisasi YouTube yang diumumkan pada Senin (10/8/2026). Kebijakan ini membuat kreator baru lebih sulit masuk ke skema bagi hasil iklan.

VP Produk Kreator YouTube, Amjad Hanif, mengeklaim bahwa peningkatan ambang batas tersebut diharapkan membuat kreator yang masuk ke program bagi hasil memiliki potensi pendapatan lebih besar. "Dengan menaikkan ambang batas ini platform berupaya memastikan kreator dapat memperoleh penghasilan yang berarti dari upaya mereka di YouTube, alih-alih hanya mendapatkan beberapa sen dalam sebulan," kata Hanif dilansir Republika dari laman Social Media Today, Selasa (11/8/2026).

Hanif mengatakan kreator yang saat ini sudah terdaftar di YPP tetap memenuhi syarat untuk mendapatkan bagi hasil pendapatan iklan meskipun mereka tidak mencapai persyaratan baru. Namun, saluran baru yang ingin masuk ke skema bagi hasil iklan harus memenuhi syarat kinerja baru mulai Februari 2027.

Hanif memastikan tidak ada perubahan terhadap persyaratan untuk mengakses fitur pendanaan dari penggemar atau fan funding. Fitur tersebut mencakup Super Chat, channel memberships, serta program kemitraan kreator.

"Untuk tingkat fan funding, kreator masih membutuhkan 500 subscribers dan 3.000 jam tayang, atau 3 juta penayangan dalam 90 hari terakhir," kata Hanif.

Di sisi lain, YouTube juga memperluas peluang pendapatan bagi kreator Shorts. Hal ini didorong oleh popularitas Shorts yang kini menghasilkan lebih dari 200 miliar penayangan setiap hari.

Karena itu, YouTube ingin memperluas peluang pendapatan yang terkait dengan Shorts untuk memberikan potensi penghasilan lebih besar bagi kreator dengan performa terbaik. Terkait hal tersebut, YouTube juga memperbarui ketentuannya untuk mendukung format iklan Shorts yang baru.

"Dengan format iklan baru ini, jika pengiklan menayangkan iklan Shorts yang secara khusus menargetkan 5 channel atau kurang, kreator akan mendapatkan 45 persen dari pendapatan iklan tersebut, di luar penghasilan reguler dari Shorts Creator Pool," kata YouTube.

Shorts Creator Pool merupakan kumpulan seluruh pendapatan dari iklan Shorts yang ditayangkan di antara video-video dalam feed setiap bulan. Pendapatan tersebut kemudian didistribusikan kembali kepada kreator yang memenuhi syarat. Dengan skema baru itu, kreator Shorts populer berpeluang memperoleh tambahan pendapatan ketika channel mereka menjadi target kampanye iklan tertentu.

Selain itu, YouTube juga menyiapkan sejumlah sumber pendapatan tambahan bagi kreator Shorts. Kreator nantinya dapat memperoleh pendapatan melalui program bonus yang berkaitan dengan YouTube Shopping, insentif untuk kesepakatan dengan brand, serta peningkatan penghasilan untuk aktivasi tren budaya.

Fokus YouTube terhadap kreator dengan performa tinggi juga sejalan dengan penelitian sebelumnya dari University of Applied Sciences in Offenburg, Jerman. Penelitian tersebut menemukan bahwa 85 persen dari seluruh penayangan YouTube dihasilkan oleh 3 persen channel teratas. Temuan itu menunjukkan bahwa sebagian besar penonton terkonsentrasi pada sejumlah kecil channel dengan performa tertinggi.

Di sisi lain, YouTube juga memperluas program Premium Lite ke semua negara tempat YouTube Premium tersedia. Nilai jual utama YouTube Lite adalah pengalaman menonton bebas iklan, meskipun layanan ini juga menyediakan opsi menonton secara offline. YouTube menyatakan perluasan ketersediaan YouTube Lite akan memperbesar kumpulan pendapatan ini, sekaligus menambah cara lain bagi kreator untuk menghasilkan uang dari konten mereka.*