Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Perdebatan soal cara menyimpan telur kerap muncul di banyak rumah tangga. Ada yang terbiasa menaruh telur di meja dapur, ada pula yang langsung memasukkannya ke kulkas begitu pulang dari pasar.
Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya kerap menjadi perdebatan rumah tangga abad ini: Telur sebaiknya disimpan di kulkas atau di ruang terbuka?
Buat kamu yang selama ini menyimpan telur di kulkas, itu adalah keputusan tepat. Sebab, kata Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS., telur memang sebaiknya disimpan di kulkas.
Prof. Niken mengatakan suhu penyimpanan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas telur, terutama kualitas bagian dalamnya. Telur yang dibiarkan di suhu ruang akan lebih cepat mengalami penurunan mutu karena proses penguapan karbon dioksida (CO₂) dan air dari dalam telur berlangsung lebih cepat.
"Kalau di luar itu peluang terjadinya penguapan CO₂ dan air lebih besar. Akibatnya, kualitas dalam telur cepat turun," jelas Prof. Niken kepada kumparan, Kamis (29/1).
Penurunan kualitas ini tidak selalu langsung terlihat dari luar, tetapi dampaknya terasa saat telur dikeluarkan dari cangkang. Prof. Niken mencontohkan, telur dengan kualitas protein yang sudah menurun akan sulit dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, seperti membuat kue.
"Kalau mau dipakai bikin kue, putih telurnya itu harus bisa dikocok sampai membuih. Kalau kualitas proteinnya sudah rendah, dia tidak bisa lagi menangkap udara," ujarnya.
Karena itu, kebiasaan menyimpan telur di luar kulkas meski hanya beberapa hari tetap berisiko. Prof. Niken menyebut, telur yang disimpan di suhu ruang memang masih bisa dikonsumsi, tetapi penurunan kualitasnya sangat cepat dan signifikan.
"Paling dalam satu minggu kualitasnya sudah anjlok. Sementara kalau disimpan di kulkas, dua minggu masih aman dan kualitasnya relatif masih bagus," kata dia.
Soal teknis penyimpanan, Prof. Niken menyarankan telur disimpan di suhu kulkas, idealnya di kisaran 4 hingga 14 derajat Celsius. Telur boleh diletakkan di rak khusus telur atau wadah tertutup seperti kotak plastik, terutama jika jumlahnya banyak dan tidak muat di rak bawaan kulkas.
Yang terpenting, kata dia, telur sebaiknya dibeli dalam kondisi bersih alami agar tidak perlu dicuci sebelum disimpan. Mencuci telur justru berisiko merusak lapisan pelindung alaminya dan membuka peluang bakteri masuk.
Prof. Niken menjelaskan, di bagian terluar cangkang telur terdapat lapisan tipis bernama kutikula. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung alami yang menutup pori-pori cangkang agar mikroba sulit masuk. Mencuci telur justru bisa menghilangkan kutikula tersebut dan membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam telur.
"Kalau telur baru dari kandang bersih lalu dicuci, itu artinya selaput pelindungnya rusak. Mikroba justru lebih mudah masuk," ujarnya.
"Belinya pilih yang bersih, sehingga kita enggak perlu mencucinya. Pokoknya di kulkas."
Satu catatan penting lainnya adalah tidak disarankan menyimpan telur di freezer. Suhu beku justru bisa merusak struktur telur dan menurunkan kualitasnya saat digunakan.
Jadi menyimpan telur itu memang harus di suhu dingin. Di kulkas ya, bukan di freezer.
Dengan kata lain, jika ingin telur lebih awet dan tetap berkualitas baik untuk dikonsumsi maupun diolah, kulkas adalah tempat penyimpanan yang paling aman. Perdebatan pun seharusnya selesai sampai di situ.*