Mark Champan (Foto: Istimewa/internet)
RIAU1.COM - Tepat hari ini Mark Champan menghabiskan nyawa mantan anggota The Beatles John Lennon tahun 1980.
Chapman melepaskan lima peluru ke arah Lennon, empat di antaranya bersarang di punggung dan pundak sang penyanyi, pencipta lagu, instrumentalis, penulis sekaligus aktivis politik itu dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa, 8 Desember 2020.
Setelah John Lennon tewas, Champan hanya terpaku sambil duduk tenang dan membaca buku berjudul The Catcher in The Rye karya JD Salinger.
Setelah didalami polisi, Champan ternyata memiliki obsesi berlebih terhadap The Catcher in the Rye. Padahal, dia dikenal memiliki latar belakang agama yang kuat.
Pernah ia menyebut dirinya sendiri sebagai perwujudan dari karakter utama dalam buku itu, Holden Caulfield.
Tak hanya itu, Chapman juga terobsesi dengan sejumlah musisi seperti Todd Rundgren, David Bowie, termasuk The Beatles.
Namun setelah Lennon menyampaikan pernyataan terkenalnya bahwa The Beatles lebih populer dari Yesus, dia kalap lalu murka.
Tak hanya itu, Chapman juga tak suka dengan gaya hidup Lennon yang dianggapnya penuh dengan kemunafikan. Gaya hidup Lennon yang mewah, berkebalikan dengan lagu yang dipopulerkannya dengan judul Imagine.
