Kecamatan Pulau Seluan di Natuna belum memiliki Puskesmas
RIAU1.COM - Tiga kecamatan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini belum memiliki pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan mengusulkan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri Yosei Susanti mengatakan, tiga kecamatan tersebut terdiri atas satu kecamatan di Kabupaten Karimun dan dua kecamatan di Kabupaten Natuna. Pembangunan Puskesmas diperlukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.
“Ada program Kemenkes untuk merehab dan membangun Puskesmas di seluruh Indonesia,” kata Yosei, Selasa (27/10) yang dimuat Batampos.
Selain mengusulkan pembangunan Puskesmas baru, Pemprov Kepri juga mengajukan renovasi terhadap sejumlah Puskesmas yang memiliki bangunan lama. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan dasar di daerah.
Pemprov Kepri turut mengusulkan pengadaan alat kesehatan guna melengkapi sarana dan prasarana Puskesmas. Peralatan yang diajukan antara lain kursi gigi dan mikroskop untuk mendukung pelayanan medis dasar.
“Terkait alkes kita sudah mengajukan ke SOPHI, untuk memenuhi sarana dan prasarana di Puskesmas,” ujarnya.
Pengajuan tersebut disampaikan melalui program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI). Secara keseluruhan, Pemprov Kepri mengusulkan anggaran sekitar Rp500 miliar hingga 2029 untuk pembangunan Puskesmas, renovasi bangunan, dan pengadaan alat kesehatan.
Yosei menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari APBN. Proposal pengajuan juga telah disampaikan Gubernur Kepri kepada Menteri Kesehatan.
“Rp500 miliar itu dari APBN. Proposal pengajuan sudah diantar oleh Gubernur Kepri kepada Menteri Kesehatan,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kepri juga menyiapkan peningkatan status sejumlah rumah sakit di kabupaten. Salah satunya Rumah Sakit Tanjung Batu yang saat ini berstatus Tipe D Pratama dan direncanakan meningkat menjadi rumah sakit Tipe C.
“Nanti akan kita kejar yang tipe D, untuk menjadi Tipe C,” pungkasnya.*