Kisah Pembuka Jalan Pria Keturunan Tionghoa Yang Temukan Candi Borobudur

29 November 2019
Ilustrasi Candi Borobudur saat ditemukan (Foto: Istimewa/internet)

Ilustrasi Candi Borobudur saat ditemukan (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Setelah ditinggal dan tidak terawat, pembuka jalan Candi Borobudur pertama kali dilakukan oleh pria berkebangsaan Tionghoa Tan Jin Sing.


Tan Jin Sing atau Raden Tumenggung Secodiningrat menjabat bupati Yogyakarta sampai meninggal pada 10 Mei 1831. Namanya sempat diabadikan menjadi Jalan Secodiningratan, namun kemudian diganti menjadi Jalan P. Senopati dikutip dari historia.id, Jumat, 29 November 2019.

Ceritanya bermula saat Tan Jin Sing bertamu ke rumah Residen Inggris di Yogyakarta, John Crawfurd bersama atasannya Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

Tan Jin Sing yang mengetahui bahwa Raffles tertarik pada candi-candi peninggalan nenek moyang orang Jawa dan ingin menelitinya membawanya ke Borobudur.

Karena tertarik Raffles langsung meminta Tan Jin Sing untuk pergi ke Bumisegoro melihat keberadaan candi tersebut.

Tan Jin Sing dan mandornya, Rachmat, berangkat naik kereta kuda ke Bumisegoro. Sesampainya di sana, mereka mengajak warga desa bernama Paimin sebagai penunjuk jalan.

Paimin berjalan di muka, membuka jalan sembari membabat semak belukar dengan parangnya. Setelah menaiki bukit, mereka sampai di lokasi candi.

Keadaannya saat ditemukan sangat menyedihkan. Tubuhnya ditumbuhi tanaman, bagian bawahnya terkubur dalam tanah, sehingga candi itu seolah-olah berada di atas bukit, Sekelilingnya penuh semak belukar.


Setelah orang Jawa menganut Islam, upacara di candi ditinggalkan sehingga pemeliharaan candi terabaikan.

Pada 1814 Raffles menurunkan stafnya Mayor Herman Christian Cornelius, arkeolog berkebangsaan Belanda dan ketiga stafnya untuk meneliti candi.

Setelah diteliti kabar Candi Borobudur tersebar hingga ke pelosok penjuru dunia hingga saat ini.