Banjir, Ribuan Warga di Kalimantan Timur Terpaksa Mengungsi

15 Januari 2020
Banjir, Ribuan Warga di Kalimantan Timur Terpaksa Mengungsi

Banjir, Ribuan Warga di Kalimantan Timur Terpaksa Mengungsi

RIAU1.COM - Banjir yang dipicu oleh hujan deras di Samarinda, Kalimantan Timur, telah merendam tiga kabupaten dan enam kecamatan sejak Selasa pagi, yang membuat setidaknya 7.213 penduduk harus mengungsi. Selain menyebabkan banjir, hujan deras juga menyebabkan bencana tanah longsor di Samarinda. 

Berdasarkan data yang diberikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Samarinda (BPBD) Hendra A.H, mengatakan tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Dia menambahkan bahwa relokasi korban tanah longsor dan banjir telah dimulai. "Semuanya bisa dipindahkan," kata Hendra seperti dikutip Riau1.com dari kompas.com, Selasa, 14 Januari 2020.

Untuk membantu warga, tim dari BPBD Samarinda juga telah mendirikan beberapa pos di berbagai tempat.

Hingga Rabu pagi, 15 Januari 2020 genangan banjir masih menggenangi beberapa wilayah di Samarinda, dengan banjir terburuk tercatat di Kabupaten Bengkuring Timur Sempaja di mana ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

Beberapa warga yang terkena dampak telah dipindahkan ke tempat penampungan yang didirikan oleh BPBD, sementara sisanya dibawa ke masjid terdekat yang tidak terkena banjir.

Beberapa fasilitas umum seperti pusat kesehatan, kantor administrasi kabupaten dan sekolah juga terkena dampak banjir.

Banjir di Samarinda terjadi dua minggu setelah banjir luas yang melanda Jabodetabek, Banten, dan sebagian Jawa Barat pada Hari Tahun Baru, yang menewaskan lebih dari 60 orang dan mempengaruhi puluhan ribu penduduk lainnya.

 

 

 

R1/DEVI