Edy Natar Desak Kapolda dan Pangdam Bentuk Satgas Berantas Mafia Solar: Kalau Tidak Bisa, Pindah dari Riau
Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution. (Tangkapal Layar/@RiauOnline/Instagram)
RIAU1.COM - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU di wilayah Riau, menuai sorotan dari mantan Gubernur Riau sekaligus Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution.
Ia mendesak instansi berwenang segera membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memberantas dugaan mafia solar yang dinilai menjadi salah satu penyebab kelangkaan.
Pernyataan tersebut di sampaikan Edy Natar usai menghadiri Rapat Gelar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Riau bersama sejumlah Ormas pada Rabu (23/9/2026).
ia mendesak agar persolaan kelangkaan solar segera di atasi. Sebab, ia menilai masyarakat masih menghadapi masalah kelangkaan solar sejak akhir tahun lalu.
"Bentuk satgas, nanti kita awasi. Kalau tidak bisam ya Kapolda suruh pindah dari Riau, gitu loh. Kalau enggak bisa, Pangdam suruh pindah dari Riau, Edy Natar yang bakal kasih tau, gitu loh. Apa susah nya? Saya Mantan Danrem, dia ditunjuk Mabes Polri turun kesini untuk melaksanakan tugas, gak bisa selesaikan tugas, pindah saja dari Riau gak ada gunannya disini," ucap Edy Natar.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu inflasi.
Kondisi ini juga berdampak pada menikatnya biaya distribusi dan harga sejumlah komoditas di pasaran.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretaris daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan (13/7/2026) mengatakan persoalan kelangkaan solar menjadi salah satu pembahasan dalam rapat pengedalian inflasi.
Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyebabkan biaya operasional angkutan meningkat.
Ia menyebutkan bahkan ada kendaraan barang yang harus menunggu hingga lima jam untuk mengisi BBM. Kondisi ini tentu meningkat biay atranfportasi dan distribusi barang.
Untuk mengatasi persoalan tersbeut, Pemko Pekanbaru meminta Dinas Perindutrian danPerdagangan (Disperindag) berkoordinasi dengan Disperindagkop UKM Provinsi Riau serta PT Pertamina, agar pasokan BBM jenis solar kembali dalam stok normal.
"Kami meminta Disperindag berkoordinasi dengan Disperindagkop UMK Provinsi Riau untuk menanyakan kepada Pertamina. Supaya, pasokan solar tidak lagi mengalami kelangkaan," ucap Jamal.
Berdasarkan hasil pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, kelangkaan solar justru lebih banyak terjadi di wilayah Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Sementara di daerah lain seperti Medan dan Sumatera Barat, kondisi serupa tidak terlalu menjadi persoalan. Berdasarkan penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS), kuota solar untuk Provinsi Riau sebenarnya dinilai mencukupi.(*)