Penjelasan Panglima TNI Maksud Penetapan Status Siaga 1

11 Maret 2026
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto

RIAU1.COM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa status siaga 1 yang diberlakukan di sejumlah satuan TNI merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin, khususnya bagi satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).

Agus, seusai menghadiri Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam, mengatakan bahwa setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiapkan untuk siaga, terutama apabila wilayahnya berpotensi atau sedang menghadapi bencana alam.

"Saya sudah memberlakukan siaga 1, namanya di satuan-satuan, PRCPB atau Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, tiap Kodam ada satu batalion untuk siaga 1, apalagi di wilayahnya ada bencana alam," katanya yang dimuat Antara.

Agus menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sesuatu yang luar biasa, melainkan bagian dari mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan.

"Kita menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi, ini hal yang biasa," ujar Agus saat menjelaskan status siaga tersebut.

Saat ditanya apakah status tersebut berkaitan dengan peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah, Agus memilih bungkam.

"Oke, terima kasih ya. Ini hal biasalah siaga 1," ujarnya.

Panglima menegaskan bahwa status siaga yang dimaksud semata-mata untuk memastikan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di dalam negeri.

Mengenai konvoi kendaraan taktis yang sempat terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Agus mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi dan pengujian kecepatan mobilisasi pasukan.

Melalui kegiatan itu, TNI menghitung waktu yang dibutuhkan satuan dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta untuk bergerak menuju titik tertentu apabila terjadi situasi darurat.

"Misalnya, dari wilayah-wilayah itu di wilayah Jakarta, berapa menit kita hitung gitu kan, sehingga kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan," ujarnya.

Selain itu, Agus menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel juga disiapkan untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan menjelang periode cuti bersama dan arus mudik Idul Fitri.

Ia menambahkan status siaga tersebut tidak memiliki batas waktu tertentu. Setelah proses pengecekan kesiapsiagaan personel dan material selesai dilakukan, satuan dapat kembali ke kondisi normal di kesatuannya masing-masing.

Sementara itu, dalam keterangan resmi TNI disebutkan bahwa apel gelar kekuatan pasukan TNI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, digelar untuk mengecek kesiapsiagaan prajurit dan alutsista dalam menghadapi perkembangan situasi stabilitas nasional.

Kegiatan yang dipimpin Panglima TNI Agus Subiyanto itu melibatkan berbagai satuan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, serta menampilkan sejumlah kendaraan taktis dan perlengkapan pendukung operasi.

Dalam apel tersebut, Panglima TNI bersama para kepala staf angkatan melakukan pengecekan langsung terhadap pasukan dan material yang disiagakan.*