Menu Program Makan Bergizi Gratis
RIAU1.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 240,20 triliun untuk tahun 2027. Anggaran tersebut disepakati Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja bersama BGN di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Anggaran BGN 2027 akan digunakan untuk memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Dari total anggaran tersebut, sebagian besar dana diarahkan untuk program pemenuhan gizi nasional. Porsi terbesar kemudian dialokasikan khusus untuk pelaksanaan MBG yang menyasar anak sekolah serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Lantas, bagaimana perincian anggaran BGN 2027 dan siapa saja yang menjadi sasaran penerima manfaat?
Anggaran BGN 2027 Mencapai Rp 240,20 Triliun
Kepala BGN Sudaryono seperti dimuat Beritasatu.com mengatakan anggaran BGN untuk 2027 ditetapkan sebesar Rp 240,20 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah Rp 30 triliun dibandingkan pagu indikatif awal yang sebelumnya mencapai Rp 270,20 triliun.
Penurunan pagu tersebut dilakukan setelah pemerintah menjalankan efisiensi berdasarkan surat bersama Kementerian Keuangan dan Bappenas.
Dari total anggaran yang telah disepakati, Rp 232,88 triliun atau 96,95% dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Sementara itu, Rp 7,33 triliun atau 3,05 persen digunakan untuk mendukung kebutuhan manajemen BGN.
Komposisi tersebut memperlihatkan porsi anggaran BGN 2027 lebih banyak diarahkan langsung untuk program pemenuhan gizi masyarakat dibandingkan kebutuhan manajemen lembaga.
Dari alokasi program pemenuhan gizi nasional sebesar Rp 232,88 triliun, sekitar Rp 232,50 triliun atau 99,84 persen digunakan untuk pelaksanaan MBG.
Sementara itu, sekitar Rp 373,30 miliar dialokasikan untuk kegiatan teknis non-MBG yang mendukung upaya pemenuhan gizi.
Dana non-MBG tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, antara lain standardisasi dan regulasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), pengadaan petugas penjamah makanan, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.
Penataan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara besaran dana yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima masyarakat.
BGN juga menyatakan siap melakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan biaya operasional program bersama kementerian terkait. Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan kebutuhan anggaran dalam pelaksanaan program.
Dengan demikian, alokasi terbesar dalam anggaran BGN 2027 tetap berpusat pada pelaksanaan MBG sebagai bagian utama program pemenuhan gizi nasional.
Target Penerima MBG 2027 Capai 72,46 Juta Orang
Pada 2027, BGN menargetkan program MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Target tersebut dibagi ke dalam dua kelompok utama. Kelompok pertama adalah anak sekolah, sedangkan kelompok kedua terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B.
Sebanyak 60.599.777 anak sekolah ditargetkan menerima manfaat MBG dengan alokasi anggaran mencapai Rp 198,96 triliun.
Sementara itu, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mencakup 11.865.109 penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp 33,54 triliun.
Pelaksanaan layanan juga diprioritaskan secara bertahap di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang memiliki angka stunting tinggi.
Pembagian sasaran tersebut menunjukkan cakupan MBG pada 2027 tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga mencakup kelompok penerima manfaat pada periode penting pertumbuhan dan pemenuhan gizi.
Perincian Anggaran MBG untuk Anak Sekolah
Dari total Rp 198,96 triliun yang disiapkan untuk MBG bagi anak sekolah, penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang dan kelompok pendidikan.
Sasaran tersebut meliputi peserta didik PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, SLB, santri, serta sasaran lain yang berada di lingkungan pendidikan.
Berikut perincian anggaran dan target penerima manfaatnya:
1. PAUD, RA, TK dan sederajat
BGN menyiapkan anggaran Rp 18,42 triliun untuk kelompok PAUD, RA, TK, dan sederajat. Jumlah penerima manfaat yang ditargetkan dari kelompok tersebut mencapai 6.383.018 orang.
2. SD, MI dan sederajat
Kelompok SD, MI, dan sederajat mendapat alokasi anggaran terbesar dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yakni Rp 81,64 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk 24.517.310 penerima manfaat.
3. SMP, MTs dan sederajat
Untuk jenjang SMP, MTs, dan sederajat, BGN mengalokasikan anggaran sebesar Rp 38,33 triliun. Dana tersebut diperuntukkan bagi 11.509.238 penerima manfaat.
4. SMA, MA, SMK dan sederajat
Jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat memperoleh alokasi Rp 34,69 triliun. Jumlah penerima manfaat yang menjadi target pada kelompok ini mencapai 10.417.813 orang.
5. SLB
Peserta didik pada sekolah luar biasa (SLB) juga termasuk sasaran MBG 2027. BGN menyiapkan anggaran sebesar Rp 478,01 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 143.547 orang.
6. Santri
Kelompok santri mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 9,91 triliun. Jumlah penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 2.976.055 orang.
7. Sasaran lain pada lingkungan pendidikan
Selain kelompok-kelompok tersebut, BGN menyiapkan Rp 15,49 triliun untuk sasaran lain di lingkungan pendidikan. Jumlah penerima manfaat yang ditargetkan dari kelompok ini mencapai 4.652.796 orang.
Dengan pembagian tersebut, anggaran MBG untuk anak sekolah mencakup berbagai jenjang serta kelompok pendidikan. Sasaran program tidak terbatas pada peserta didik di sekolah umum, tetapi juga mencakup kelompok pendidikan lainnya.
Selain anak sekolah, program MBG 2027 juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B.
Kelompok tersebut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 33,54 triliun dengan target penerima manfaat mencapai 11.865.109 orang.
Anggaran tersebut kemudian dibagi berdasarkan masing-masing kelompok penerima, yakni:
1. Balita
Balita menjadi kelompok dengan alokasi terbesar dalam sasaran 3B. BGN menyiapkan anggaran sebesar Rp 23,33 triliun untuk 8.083.400 balita.
2. Ibu hamil
Untuk ibu hamil, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5,81 triliun. Alokasi tersebut ditujukan kepada 1.745.936 penerima manfaat.
3. Ibu menyusui
Sementara itu, kelompok ibu menyusui memperoleh anggaran sebesar Rp 4,40 triliun. Jumlah penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 2.035.773 orang.
Pembagian tersebut menjadi bagian dari cakupan MBG 2027 yang tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok ibu dan balita.*