24 Finalis Bujang Dara Pekanbaru Tahun Ini Terpilih Lewat Seleksi Ketat dan Berlapis
Kepala Disbudpar Pekanbaru Akmal Khairi. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Pemilihan Bujang Dara tahun ini. Proses seleksi tahun ini dirancang lebih terbuka, sistematis, dan menjangkau kalangan muda secara luas.
Kepala Disbudpar Pekanbaru Akmal Khairi usai penampilang minat dan bakat 24 finalis Bujang Dara di Mal SKA, Sabtu (11/4/2026), menyebutkan, perubahan tersebut diawali sejak akhir tahun 2025, tepatnya pada Desember. Disbudpar mulai kegiatan roadshow ke sejumlah perguruan tinggi.
"Dalam kegiatan itu, kami melakukan sosialisasi langsung mengenai ajang Bujang Dara sekaligus mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi. Sejumlah universitas kami kunjungi dan menyambut baik kegiatan ini," katanya.
Sosialisasi dilakukan agar generasi muda memahami pentingnya peran Bujang Dara sebagai duta budaya dan pariwisata. Selain sosialisasi tatap muka, promosi juga diperkuat melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan Facebook, serta didukung publikasi digital lainnya.
Upaya ini berdampak signifikan terhadap jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari seratus orang.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap dan ketat.
"Tahap awal berupa tes tertulis untuk mengukur pemahaman peserta terkait budaya dan pariwisata daerah. Kemudiab, peserta yang lolos mengikuti tahap wawancara guna menggali wawasan serta pengetahuan mereka, termasuk mengenai ikon budaya seperti Rumah Tuan Kadi," ungkap Akmal.
Seleksi berlanjut ke tahap penilaian minat dan bakat. Para peserta menampilkan potensi terbaik yang dimiliki.
"Dari seluruh rangkaian tersebut, terpilih 24 finalis yang terdiri dari 12 Bujang dan 12 Dara," jelas Akmal.
Penilaian tidak hanya berfokus pada penampilan fisik. Tetapi, penilaian juga mencakup aspek intelektual, wawasan budaya, serta kepribadian peserta.
“Penilaian dilakukan secara profesional dan menyeluruh. Tidak hanya mengutamakan kecantikan dan ketampanan, tetapi juga keilmuan serta kemampuan peserta,” sebut Akmal.
Nantinya, para finalis akan mengikuti malam grand final untuk menentukan perwakilan terbaik. Selanjutnya, pemenang ajang ini akan mewakili Pekanbaru di tingkat provinsi sebagai duta budaya dan pariwisata daerah.