Dari Jalan Bersih hingga Cinta Alquran, Wajah Baru Pekanbaru Mulai Terasa

14 Februari 2026
Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy. Foto: Istimewa.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Kini, masyarakat mulai merasakan perubahan nyata di berbagai sektor pembangunan di Pekanbaru. Wajah kota yang semakin bersih, hijau, dan tertata rapi menjadi bukti komitmen serta kerja keras Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar.

"Jalan-jalan utama, termasuk Jalan Jenderal Sudirman, kini tampak bersih dan tertib, bebas dari tumpukan sampah serta didukung infrastruktur jalan yang mulus. Perubahan ini tidak terlepas dari kerja keras pemimpin daerah dan dukungan seluruh masyarakat. Kita juga meyakini bahwa dengan ketakwaan dan keimanan, Allah memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi kota ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Syafrian Tommy saat membuka Pesantren Kilat Tahsin dan Tahfiz Alquran bagi murid kelas VI Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Masjid Al Fida' di Jalan Ahmad Dahlan, Sukajadi, Sabtu (14/2/2026).

Dalam bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru terus memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui Program Cinta Alquran. Program tersebut diinisiasi oleh wali kota dan diterapkan di seluruh sekolah negeri di Kota Pekanbaru, dengan mengadopsi praktik baik dari sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Sejak tahun lalu, kegiatan membaca Alqura  dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis di sekolah-sekolah negeri. Lantunan ayat suci tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai ketakwaan sejak dini. Hal ini sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.

“Nilai-nilai ketakwaan ini tidak boleh berhenti pada generasi sekarang saja. Tetapi harus berkelanjutan dan diteruskan oleh anak-anak kita sebagai penerus pembangunan kota,” ujar Tommy.

Selain itu, Disdik juga mengapresiasi peran Muhammadiyah Kota Pekanbaru yang telah menginisiasi kegiatan Pesantren Kilat selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan keagamaan bagi peserta didik.

Jadwal pendidikan selama Ramadan telah disusun, dengan pengaturan hari libur dan hari masuk sekolah. Selain itu, Pesantren Kilat juga dilaksanakan setiap hari Sabtu di masjid-masjid pada masing-masing kecamatan.

"Saya mengimbau para guru dan orang tua untuk berperan aktif mengantarkan anak-anak mengikuti kegiatan keagamaan tersebut," ucap Tommy.