Plt Gubernur Riau Apresiasi Kepemimpinan Agung-Markarius Anwar, Soroti Kemajuan Infrastruktur dan Lonjakan PAD Pekanbaru

3 Juli 2026
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho-Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho-Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar dalam membenahi berbagai sektor pembangunan di Pekanbaru. Sebagian besar ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemko Pekanbaru telah berhasil diperbaiki sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kita rasakan bersama, sebagian besar ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat kini sudah diperbaiki dan mulus," kata SF Hariyanto, Jumat (3/7/2026).

Ia menilai perkembangan pembangunan di Pekanbaru menjadi perhatian seluruh pihak. Karena sebagai ibu kota Provinsi Riau, kemajuan ini turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi, investasi, kualitas pelayanan publik, hingga citra daerah di tingkat nasional.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar yang terus memprioritaskan dan menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan dasar masyarakat," ujar SF Hariyanto.

Selain pembangunan jalan, SF Hariyanto juga menyoroti upaya Pemko Pekanbaru dalam membenahi saluran drainase untuk meminimalkan banjir serta menata berbagai fasilitas publik. Langkah tersebut membuat wajah Kota Pekanbaru semakin tertata, nyaman, dan membanggakan sebagai ibu kota Provinsi Riau.

"Upaya ini membuat wajah Pekanbaru semakin tertata, nyaman, dan membanggakan sebagai ibu kota Provinsi Riau," tegasnya.

Di bidang keuangan daerah, SF Hariyanto menyebut Pekanbaru berhasil memperkuat kapasitas fiskalnya. Hal itu ditandai dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sekitar Rp800 miliar pada 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada 2025.

Ia mengakui hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Riau, tengah menghadapi tantangan keterbatasan ruang fiskal. Namun, Pekanbaru dinilai mampu meningkatkan kemampuan fiskalnya sehingga dapat mendukung keberlanjutan pembangunan.

"Namun demikian, Kota Pekanbaru memiliki kemampuan meningkatkan fiskal untuk keberlanjutan pembangunan," ucap SF Hariyanto.

Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah turut memberikan dampak positif terhadap penguatan fiskal Kota Pekanbaru. Melalui kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), penerimaan daerah meningkat signifikan, yakni dari Rp126 miliar pada 2024 menjadi Rp349 miliar pada 2025 atau naik sekitar 108 persen.

"Melalui kebijakan opsen pajak, PKB, dan BBNKB, penerimaan Kota Pekanbaru meningkat dari Rp126 miliar pada 2024 menjadi Rp349 miliar pada 2025, atau naik 108 persen," tutupnya.