Titik Terendah Jalan Arifin Ahmad Jadi Perhatian, Drainase Bakal Disambungkan Pemko Pekanbaru

11 Oktober 2026
Pembangunan drainase di Jalan Paus, arah Jalan Arifin Ahmad. Foto: Surya/Riau1.

Pembangunan drainase di Jalan Paus, arah Jalan Arifin Ahmad. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemprov Riau akan membangun crossing atau saluran silang drainase baru di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru. Pembangunan ini diperlukan karena drainase yang ada dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat ini.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Sabtu (10/10/2026), mengatakan, pembangunan crossing drainase menjadi kewenangan Pemprov Riau. Karena, Jalan Arifin Ahmad berstatus sebagai jalan provinsi.

“Drainasenya tidak sanggup lagi menampung debit air. Sehingga harus dibangun satu lagi crossing dari sisi utara jalan ke sisi selatan. Itu yang akan dilakukan oleh Pemprov Riau,” ujarnya.

Setelah pembangunan crossing tersebut selesai, Pemko Pekanbaru akan melanjutkan pembangunan drainase yang terhubung dengan saluran silang tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air, terutama di titik terendah Jalan Arifin Ahmad, tepatnya di seberang Jalan Paus

"Kami terus berupaya membenahi sistem drainase untuk mengurangi risiko banjir. Namun, upaya tersebut harus didukung dengan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan," ucap Agung.

Drainase yang dibangun memiliki lebar sekitar tiga meter dan kedalaman 1,5 meter. Drainase ini dibangun di Jalan Paus, dari arah Jalan Arifin Ahmad. Karena itu, warga diminta menjaga dan merawat saluran tersebut agar fungsinya tetap optimal.

“Kalau sampah kembali menumpuk, percuma kami membangun drainase. Apalagi jika ada bangunan beton atau sampah yang menyumbat aliran air, tentu akan menghambat fungsi drainase dan berpotensi menyebabkan banjir lagi,” sebut Agung.

Para pelaku usaha, termasuk pemilik restoran dan rumah makan di sekitar lokasi, diingatkan agar ikut menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan. Penanganan banjir tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. 

Peran serta warga dalam menjaga selokan dan saluran air juga diperlukan. Agar, upaya pemko mengatasi banjir dapat berjalan efektif.

“Kami berharap seluruh warga bisa bersama-sama menjaga lingkungan, terutama selokan yang menjadi salah satu penyebab banjir jika tidak dirawat dengan baik,” tutupnya.