Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Pelayanan Maksimal dan Tata Kelola Bersih Usai Arahan Presiden

4 Februari 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menggelar rapat koordinasi bersama seluruh jajarannya di Aula Gedung Utama, Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (4/2/2026). Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan tata kelola pemerintahan daerah (pemda).

Usai memimpin rapat, Agung menyampaikan, pertemuan tersebut bertujuan mendistribusikan informasi dan instruksi presiden kepada seluruh jajaran pemda. Agar, instruksi presiden dapat diimplementasikan secara konkret di Pekanbaru.

“Kemarin, saya mengikuti rapat koordinasi nasional. Tentu arahan Presiden Prabowo perlu kami sampaikan dan laksanakan di Pemko Pekanbaru,” katanya.

Salah satu instruksi utama presiden adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan mengedepankan pelayanan publik yang maksimal dan sepenuh hati. Pemda diminta menghadirkan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat serta memberikan manfaat nyata.

Menurut Agung, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pajak. Sehingga, pemko berkewajiban memberikan pelayanan terbaik di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik lainnya.

“Karena masyarakat adalah pembayar pajak, maka mereka berhak memperoleh pelayanan yang optimal dari pemko,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Agung dan jajaran juga membahas pelaksanaan Program Indonesia Asri. Kota Pekanbaru sendiri telah memulai program tersebut sejak tahun 2025 melalui target Pekanbaru Green City.

"Program ini sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," ucap Agung.

Ia juga menginstruksikan agar setiap perangkat daerah melaksanakan kegiatan gotong royong selama 30 menit sebelum jam kerja dimulai. Hal ini guna menciptakan lingkungan kerja dan kota yang bersih serta tertata.

“Kebersihan dan kerapian lingkungan harus dimulai dari kita sendiri sebagai aparatur pemerintah,” pungkas Agung.