Gegara Politik, Satu Keluarga Kerajaan Ini Dieksekusi Mati

12 Desember 2020
Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet)

Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Seluruh keluarga salah satu kerajaan di Rusia dieksekusi mati saat pasukan mereka mengalami kekalahaan dalam peperangan ketika menghadapi Jerman dan Austria.

Tak hanya itu, aksi pembunuhan tragis ini juga ditenggarai ketika pemerintah Rusia mendapati bahwa sang permaisuri, Alix memiliki hubungan gelap dengan salah satu dokter kerajaan ditambah terlalu mencampuri urusan politik kerajaan yang masih dibawah pengaruh pemerintahaan Uni Soviet.

Keluarga kerajaan yang terdiri dari Raja Romanov, Alix sang permaisuri dan lima anak mereka dieksekusi pada Juli 1918 dalam ruang bawah tanah yang sempit dikutip dari kumparan.com, Sabtu, 12 Desember 2020.

Untuk menutupi aksi keji itu, pemerintah Soviet mengatakan bahwa mereka dibunuh oleh sayap kiri dari kaum revolusioner.

Setelah mendapat desakan dan penyelidikan dari negara Prancis, pemerintah Soviet baru mengakui bahwa telah membunuh seluruh keluarga kerajaan ini pada 1926.

Ketika ditemukan seluruh mayat ditemukan dalam keadaan sudah hancur. 80 tahun setelah eksekusi, sisa-sisa keluarga kerajaan ini dimakamkan kembali dalam pemakaman kenegaraan di Katedral Peter dan Paul di Saint Petersburg.

Semua bermula ketika pemerintah Rusia mengetahui saat permaisuri Alix terlalu dalam mencampuri urusan kerajaan dengan memecat banyak menteri setelah pasukan Rusia tewas dalam jumlah yang tak sedikit ketika berjuang di medan pertempuran.

Raja Romanov yang masih bagian dari Tsar Nicholas II itu lalu dipaksa turun tahta setelah 23 tahun menjabat.

Begitu tak lagi menjabat, seluruh keluarga ini diasingkan ke Siberia, dan setahun kemudian, dipindahkan ke Ekaterinburg di Pegunungan Ural oleh pemerintah Rusia.

Barulah pada musim panas 1918 aksi pembantaian itu terjadi. Romanov, istrinya, beserta empat putri dan satu putranya hilang bagai ditelan bumi.