Korban Kecelakaan Kapal Bermuatan Kayu Tujuan Malaysia di Perairan Rangsang Ditemukan Tewas

13 Februari 2019
Prosws evakuasi dari jasad Nerhak. (Foto Basarnas)

Prosws evakuasi dari jasad Nerhak. (Foto Basarnas)

RIAU1.COM -Tim Basarnas dan gabungan dari BPBD serta Satpolair berhasil menemukan pria bernama Nerhak (50) yang hilang dalam kecelakaan kapal bermuatan kayu Baso di Perairan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti - Riau.

Nerhak ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu 13 Februari sore. Ketika itu, tim gabungan mendapati tubuhnya mengambang di laut dalam posisi tertelungkup.

Kasubsi Ops SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas Pekanbaru Jacky Chan menuturkan, jasad Nerhak ditemukan sekitar 10 Nautical Mile (Mil Laut) dari titik lokasi kapal bermuatan kayu yang ditumpanginya kecelakaan.

"Kita temukan pada pukul 16.15 WIB. Korban dievakuasi Tim SAR Gabungan dan dibawa ke rumah duka di Desa Alay," ungkap Jacky Chan.

Nerhak menjadi satu-satunya korban dalam insiden ini. Kejadianya pada 11 Februari 2019 kemarin di Perairan Rangsang. Saat itu, kapal motor Rizky GT-6 yang tengah mengangkut muatan 1.000 batang kayu Baso (untuk membuat arang, red) dihantam ombak besar.

Saat itu, kapal sedang berlayar dengan tujuan Negara Malaysia. "Tepatnya di Perairan Rangsang Barat, kapal terombang ambing dihantam ombak, 1 orang melompat ke air karena panik, atas nama Nerhak," kata Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh Widodo, sesuai keterangan nakhoda kapal, Kapten Bacok.

Kapten Bacok dan beberapa orang di kapal berhasil selamat. Sementara Nerhak hilang ditelan gelombang. Nahasnya, Nerhak diketahui tidak bisa berenang. Entah lantaran panik hingga membuat pria berusia 50 tahun tersebut nekat terjun ke air saat kapal oleng dihantam ombak.