Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis Info prakiraan cuaca dan hotspot Provinsi Riau untuk Selasa, 17 Februari 2026.
Hujan dengan intensitas ringan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kampar, serta Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
Pada sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Pada dini hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali udara kabur hingga berawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Pelalawan, serta Kota Pekanbaru, terutama pada pagi dan sore atau malam hari.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau pada pagi serta sore hingga malam hari,” ujar Forecaster On Duty BMKG, Yasir P.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Riau berkisar antara 22,0 hingga 33,0 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
"Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 7 titik. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 6 titik panas, sedangkan Bangka Belitung tercatat 1 titik.
Sebaran hotspot di Riau terpantau di Kabupaten Pelalawan sebanyak 3 titik, Kabupaten Siak 2 titik, serta Kabupaten Bengkalis 1 titik.
"BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang masih terdeteksi hotspot, meskipun sebagian daerah berpeluang diguyur hujan," tandasnya.*