Antisipasi Kelangkaan BBM, Pemprov Riau Ajukan Penambahan Kuota ke BPH Migas

8 September 2026
Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang. Foto: Surya/Riau1.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemprov Riau mengambil langkah antisipatif menyikapi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Salah satu langkah antisipatif itu dengan mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang di Kantor Pertamina Patra Niaga, Pekanbaru, Senin (7/9/2026), mengatakan  Pemprov Riau telah menyurati BPH Migas untuk meminta penambahan kuota BBM pada tahun ini. Penambahan kuota tersebut mencakup sejumlah jenis BBM, di antaranya Biosolar dan Pertalite.

“Terkait kejadian antrean di SPBU, memang kami bersama Pertamina Patra Niaga telah membahasanya. Namun, untuk mengantisipasi kelangkaan BBM, Pemprov Riau sudah menyurati BPH terkait penambahan kuota untuk tahun ini, baik Biosolar maupun Pertalite,” ujarnya.

Dinas ESDM Riau bersama Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM selama ini.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui pertukaran data hingga pemantauan kondisi distribusi di lapangan. 

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Masyaraka Riau tidak perlu panik menyikapi antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Distribusi BBM dipastikan terus dijalankan secara optimal oleh Pertamina Patra Niaga.

“Kami dari Dinas ESDM mewakili Pemprov Riau mengharapkan kepada masyarakat untuk tenang. Karena, distribusi telah dijalankan secara optimal dari Pertamina,” ucap Ismon.

Pemprov Riau berharap masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Sebab, tindakan tersebut justru berpotensi memperpanjang antrean dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.