Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Provinsi Riau Tetty Nurdianti menyebutkan dengan adanya operasi pasar murah ini, pihaknya ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga.
"Kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," kata Tetty, Senin (19/10/2026).
Dikatakan Tetty, operasi pasar murah pekan ini akan tersebar di 5 titik lokasi yang terbagi atas 4 titik di Kota Pekanbaru dan 1 titik di Kabupaten Kampar. Di mana, pada hari ini digelar di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.
"Kemudian pada Selasa, 20 Oktober akan digelar di Halaman Kantor Camat Rumbai Barat, dilanjutkan Rabu, 21 Oktober di Kabupaten Kampar. Tepatnya di Halaman Kantor Desa Pandau Jaya," katanya.
Selanjutnya pada Kamis, 22 Oktober di Halaman Kantor Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai. Terakhir, Jumat, 23 Oktober di Halaman Kantor Lurah Lembah Damai, Kecamatan Rumbai.
Dijabarkannya, untuk harga bahan pokok yang tersedia di operasi pasar murah, diantaranya beras SPHP Rp60rb per 5 kilogram, beras anak daro dan beras sokan Rp169rb per 10 kg, beras sokan dan beras anak daro Rp84.500 per 5kg.
"Untuk gula pasir dibandrol dengan harga Rp18rb per kg, minyak goreng kemasan minyakita Rp15.500 per bungkus," ungkapnya.
Kemudian untuk garam krista Rp2rb per 200gram, garam nusantara Rp2rb per 250 gram dan telur Rp49 ribu per papan.
Bagi masyarakat yang ingin berbelanja pada kegiatan Operasi Pasar Murah, diharapkan dapat mengantre dengan tertib dan datang pada waktu yang telah ditentukan.
"Pasar murah akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya.