Rakor Pemkab Rokan Hilir
RIAU1.COM - Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Bistamam memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Rokan Hilir, Selasa, 24/02/2026, yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1447 H.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan gerak roda pemerintahan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Mengawali arahannya, Bupati H. Bistamam menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran yang hadir dalam suasana Ramadan. Ia menegaskan bahwa momentum bulan puasa tidak boleh menyurutkan semangat kerja, melainkan harus menjadi pendorong untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Bupati mengibaratkan OPD sebagai mesin penggerak waktu yang tidak boleh lagi sekadar berwacana. Ia menekankan pentingnya eksekusi nyata di lapangan.
"Kita tidak bisa lagi hanya berteori atau sekadar bercerita. Masyarakat menunggu kerja nyata kita. Setiap kegiatan harus terkoordinasi dengan baik, jemput bola, dan pastikan kondisi di lapangan tetap terjaga," ujar H. Bistamam.
Bupati secara spesifik menginstruksikan agar setiap lembaga dan OPD proaktif dalam menjemput program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi melalui pemanfaatan anggaran yang ada.
Prioritas utama saat ini adalah penuntasan masalah banjir, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penanganan stunting yang menjadi isu nasional.
"Rohil masih harus mengejar ketertinggalan. Saya minta program utama seperti penumpasan banjir dan penanganan stunting benar-benar dijalankan dengan serius. Jangan sampai kita kehilangan peluang program dari pusat hanya karena administrasi yang lambat," tegasnya.
Salah satu poin krusial yang disorot Bupati adalah lemahnya akurasi data di beberapa sektor. Dia meminta agar setiap komunikasi ke tingkat Provinsi maupun Kementerian di Jakarta harus didasarkan pada data yang kuat dan objektif.
"Data sangat penting. Kalau kita bicara tanpa data, kita tidak punya dasar yang kuat untuk berkomunikasi dengan pusat. Saya tidak ingin lagi ada data yang simpang siur. Semua harus sinkron agar program yang turun tepat sasaran," tambahnya.*